elatih Kepala Timnas Indonesia John Herdman saat official training di stadion Madya (8 Juni 2026) jelang melawan Mozambik (foto – M Ary K) Wownusantara.com, JAKARTA — Timnas Indonesia bersiap menghadapi salah satu pertandingan terpenting di fase grup saat berjumpa Vietnam. Pelatih skuad Garuda, John Herdman, menyebut laga tersebut sebagai ujian terberat bagi timnya sekaligus kesempatan besar untuk mengambil kendali persaingan menuju semifinal.

Indonesia memasuki pertandingan dengan catatan positif setelah mengoleksi enam poin, mencetak delapan gol, dan baru kebobolan satu kali. Meski demikian, Herdman meminta para pemain tidak terlena karena Vietnam memiliki kualitas, pengalaman, dan persiapan yang matang.
“Para pemain, staf, dan suporter pantas bangga dengan pencapaian kami sejauh ini. Namun, pertandingan berikutnya akan menjadi ujian yang sangat berat,” ujar Herdman dalam konferensi pers jelang pertandingan.
Skuad Garuda baru kembali ke Jakarta setelah menempuh perjalanan selama sekitar 19,5 jam. Kondisi tersebut dinilai cukup menguras tenaga, tetapi Herdman menegaskan bahwa kelelahan tidak boleh dijadikan alasan.

Menurutnya, setiap pertandingan dalam turnamen memberikan pengalaman berbeda yang dibutuhkan untuk membangun kematangan tim. Indonesia kini memiliki kesempatan untuk mengukur perkembangannya ketika berhadapan dengan salah satu kandidat juara.
“Vietnam sudah menjalani persiapan lebih lama dan memainkan tujuh pertandingan tanpa kekalahan. Sementara kami baru memasuki pertandingan ketiga dan masih membangun tim. Namun, itu bukan alasan bagi kami,” tegasnya.
Herdman mengatakan Indonesia akan menikmati pertandingan, tampil kompetitif, dan memberikan kemampuan terbaik di hadapan para pendukungnya.
Pertandingan Indonesia dan Vietnam dikenal memiliki rivalitas kuat serta sering berlangsung dalam tensi tinggi. Namun, Herdman tidak memberikan persiapan khusus untuk menghadapi potensi permainan keras atau provokasi.
Ia lebih memilih memperkuat pemahaman pemain mengenai cara merespons berbagai situasi di lapangan. Skuad Garuda diminta menjaga ketenangan dan tidak keluar dari rencana permainan.
“Kami tidak bisa mengendalikan apa yang dilakukan lawan. Hal yang bisa kami kendalikan adalah respons, identitas permainan, dan fokus terhadap tugas yang harus dijalankan,” jelas Herdman.
Rizky Ridho juga menegaskan bahwa Indonesia tidak ingin terlalu memikirkan permainan Vietnam. Kehadiran VAR diyakini akan membuat kedua tim lebih berhati-hati dalam mengambil tindakan.
“Kami fokus kepada tim sendiri dan menjalankan rencana dari pelatih. Itu yang paling penting,” kata Ridho.
Rizky Ridho merupakan bagian dari Timnas Indonesia yang mencatatkan tiga kemenangan beruntun atas Vietnam pada 2024. Catatan tersebut menjadi bekal penting, terutama untuk membantu pemain baru memahami karakter pertandingan antara kedua negara.
Ridho mengatakan para pemain telah saling berbagi pengalaman mengenai beratnya menghadapi Vietnam. Meski memiliki rekor positif, ia mengingatkan rekan-rekannya untuk tidak kehilangan fokus.
“Kami tahu persaingan dengan Vietnam sangat ketat. Hasil sebelumnya bisa menjadi modal, tetapi yang utama adalah mengikuti rencana pelatih dan fokus pada pertandingan,” tuturnya.
Herdman turut menyoroti penampilan Thom Haye yang menunjukkan kontribusi besar dalam dua pertandingan sebelumnya. Selain mampu dimainkan di beberapa posisi, Haye dinilai memiliki komitmen tinggi terhadap kebersamaan tim.
Tiga assist ketika menghadapi Kamboja dan gol tendangan bebas ke gawang Timor Leste menjadi bukti kualitasnya pada momen penting. Akan tetapi, Herdman mengingatkan bahwa keberhasilan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh satu pemain.
“Dalam sebuah turnamen, kami tidak bisa terus bergantung kepada pemain yang sama. Akan ada pemain lain yang muncul dan memberikan perbedaan pada pertandingan berikutnya,” katanya.
Ia juga memberikan apresiasi kepada pemain bertahan, termasuk Rizky Ridho, yang memiliki tanggung jawab besar menjaga lini belakang Indonesia dari ancaman para penyerang Vietnam.
Kemenangan atas Vietnam dapat membuat Indonesia semakin dekat dengan tiket semifinal, baik sebagai juara maupun runner-up grup. Namun, Herdman tidak ingin skuadnya melihat laga ini sebagai akhir dari perjalanan.
Baginya, pertandingan melawan Vietnam merupakan bagian dari proses membangun tim yang lebih matang dan siap bersaing hingga babak final.
“Ini memang pertandingan besar, tetapi tetap menjadi satu bagian dari proses menuju final. Kami harus terus berkembang sepanjang turnamen,” pungkas Herdman.(sg)