Selasa, 15 Sep 2026
x wownusantara


Anak Gunung Krakatau Kembali Erupsi, Abu Vulkanik Terdeteksi hingga Jakarta

waktu baca 2 menit
Selasa, 8 Sep 2026 21:01 25 Singgih Wibowo

Wownusantara.com, Lampung – Anak Krakatau di Selat Sunda kembali menunjukkan aktivitas erupsi pada Minggu (6/9/2026). Aktivitas vulkanik gunung api tersebut masih menjadi perhatian karena abu vulkanik terdeteksi menyebar ke sejumlah wilayah di Pulau Jawa dan Sumatra.

Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melaporkan Gunung Anak Krakatau mengalami erupsi pada Minggu pukul 03.53 WIB. Erupsi tersebut terekam pada seismograf dengan amplitudo maksimum 46 milimeter dan berlangsung selama sekitar 30 detik. Tinggi kolom abu pada saat kejadian tidak teramati.

Aktivitas kembali tercatat pada pukul 07.10 WIB. Erupsi kedua tersebut berlangsung sekitar 16 detik, dengan amplitudo maksimum mencapai 50 milimeter.

Sementara itu, aktivitas erupsi Anak Krakatau sebelumnya telah berlangsung sejak Jumat (4/9/2026). Pada periode tersebut, gunung api ini mengalami sejumlah erupsi, termasuk fase erupsi menerus yang sempat menghasilkan fenomena lava fountain atau air mancur lava.

Abu Vulkanik Menyebar ke Sejumlah Wilayah

BMKG menyatakan terus melakukan pemantauan selama 24 jam terhadap perkembangan erupsi, terutama terhadap dampaknya bagi atmosfer, penerbangan, dan kondisi laut di sekitar Selat Sunda.

Berdasarkan analisis citra satelit pada Minggu pukul 08.00 WIB, BMKG mengidentifikasi dua klaster sebaran abu vulkanik yang mencakup wilayah Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat hingga Bengkulu.

Sebaran abu vulkanik tersebut juga berdampak terhadap aktivitas penerbangan. Operasional Bandara Internasional Soekarno-Hatta sempat dihentikan sementara karena abu vulkanik terdeteksi di wilayah udara sekitar bandara.

Detail sebaran abu vulkanik per 6 September 2026

1. Klaster 1 – ketinggian rendah (permukaan 20.000 kaki) Arah pergerakan terpantau ke Timur Laut hingga Selatan. Abu pada lapisan ini mencakup sebagian DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, serta perairan di sekitarnya. Warga Jabodetabek dan pesisir barat Jawa diminta waspada. 

2. Klaster 2 – ketinggian tinggi (permukaan 50.000 kaki) Arah pergerakan ke Barat Daya hingga Barat Laut. Jangkauannya lebih luas, meliputi sebagian Banten, Lampung, Bengkulu, Selat Sunda bagian selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat ketiga provinsi tersebut.

Laporan Reuters menyebut sedikitnya 209 penerbangan terdampak akibat gangguan abu vulkanik, sementara sekitar 22.800 penumpang ikut terdampak.

Masyarakat Diminta Waspada

Masyarakat diimbau tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari kawah aktif. Warga yang berada di wilayah terdampak abu vulkanik juga disarankan menggunakan masker dan pelindung mata serta mengikuti informasi resmi dari pemerintah.

Hingga laporan ini dibuat, pemerintah masih melakukan pemantauan intensif terhadap aktivitas Gunung Anak Krakatau. Masyarakat diminta tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial dan menjadikan informasi Badan Geologi, PVMBG, BMKG, serta BNPB sebagai rujukan utama.

LAINNYA
x wownusantara