Wownusantara.com,Serang – Persita Tangerang berhasil mengamankan kemenangan dramatis saat menjamu Garudayaksa FC dalam lanjutan pekan keempat BRI Super League 2026/2027. Bermain di Stadion Internasional Banten, Serang, Sabtu (10/10/2026), Pendekar Cisadane menang dengan skor 2-1 setelah Aleksa Andrejic mencetak gol penentu pada masa tambahan waktu.

Persita sempat membuka keunggulan melalui Alexandre Ramalingom sesaat setelah babak kedua dimulai. Namun, Garudayaksa FC mampu bangkit dan menyamakan kedudukan lewat Brian Rubio pada menit ke-75.
Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan skor imbang, Persita justru menemukan momentum untuk mencetak gol kemenangan. Aleksa Andrejic menjadi penentu hasil pertandingan setelah membobol gawang Garudayaksa pada menit ke-90+2.
Kemenangan tersebut menjadi tambahan penting bagi Persita dalam persaingan papan klasemen. Sementara itu, Garudayaksa harus menerima kenyataan kehilangan poin setelah berjuang menyamakan kedudukan dan mempertahankan hasil imbang hingga penghujung laga. <Cite refs={[“turn886537search3″,”turn886537search12”]}/>

Babak Pertama Berakhir Tanpa Gol
Pertandingan Persita melawan Garudayaksa berlangsung dengan tensi persaingan yang tinggi. Kedua tim sama-sama membutuhkan hasil positif untuk memperbaiki posisi di klasemen sementara BRI Super League.
Persita memasuki pertandingan dengan modal hasil yang cukup menjanjikan. Dalam tiga pertandingan sebelumnya, tim berjuluk Pendekar Cisadane tersebut meraih hasil imbang 1-1 melawan PSIM Yogyakarta, menang 3-2 atas Java United FC, serta bermain imbang 2-2 saat menghadapi PSM Makassar.
Catatan tersebut memperlihatkan bahwa Persita memiliki kemampuan menciptakan peluang dan mencetak gol. Namun, mereka juga masih perlu menjaga konsistensi pertahanan agar tidak kehilangan keunggulan ketika menghadapi tekanan lawan.
Di sisi lain, Garudayaksa datang dengan misi memperbaiki hasil pertandingan sebelumnya. Mereka bermain imbang 1-1 melawan Java United FC, kalah 0-2 dari Persik Kediri, kemudian kembali bermain imbang 1-1 menghadapi Persebaya Surabaya.
Hasil-hasil tersebut menunjukkan bahwa Garudayaksa masih mencari kemenangan pertamanya pada awal musim ini.
Dalam pertandingan di Serang, Persita berusaha mengambil inisiatif serangan. Alexandre Ramalingom dan Rayco Rodriguez menjadi pemain yang sempat menghadirkan ancaman ke pertahanan Garudayaksa.
Meski demikian, sejumlah peluang yang diperoleh Persita belum menghasilkan gol. Garudayaksa juga mampu bertahan dan menjaga keseimbangan permainan sehingga babak pertama berakhir tanpa gol.
Hasil imbang 0-0 pada paruh pertama membuat pertandingan tetap terbuka. Kedua kesebelasan masih memiliki peluang untuk mengubah jalannya pertandingan setelah turun minum.
Alexandre Ramalingom Buka Keunggulan Persita
Memasuki babak kedua, Persita tidak membutuhkan waktu lama untuk memecahkan kebuntuan. Alexandre Ramalingom mencetak gol pada menit ke-46 dan membawa tuan rumah unggul 1-0.
Gol tersebut menjadi momentum penting bagi Persita. Keunggulan sesaat setelah turun minum memberikan keuntungan psikologis bagi tuan rumah sekaligus memaksa Garudayaksa mengubah pendekatan permainan.
Persita memiliki kesempatan untuk mengelola pertandingan dengan lebih tenang. Mereka dapat berusaha menjaga penguasaan bola, memanfaatkan ruang yang ditinggalkan lawan, dan mencari peluang tambahan ketika Garudayaksa mulai meningkatkan intensitas serangan.
Bagi Garudayaksa, tertinggal satu gol membuat pertandingan menjadi lebih menantang. Mereka tidak bisa hanya berfokus menjaga pertahanan karena membutuhkan gol untuk menghindari kekalahan.
Situasi tersebut meningkatkan arti penting setiap penguasaan bola. Garudayaksa harus menemukan cara menembus pertahanan Persita tanpa memberikan terlalu banyak ruang bagi lawan untuk melancarkan serangan balik.
Gol Ramalingom juga memperlihatkan pentingnya konsentrasi pada awal babak kedua. Ketika pertandingan baru kembali dimulai, sebuah kesalahan kecil dalam menjaga posisi atau mengantisipasi pergerakan penyerang dapat memberikan keuntungan besar kepada lawan.
Persita pun memperoleh dorongan kepercayaan diri setelah berhasil mengubah kedudukan menjadi 1-0.
Namun, keunggulan satu gol belum cukup untuk memastikan kemenangan. Garudayaksa masih memiliki waktu untuk merespons, dan hal itu terbukti ketika pertandingan memasuki menit-menit berikutnya.
Garudayaksa Bangkit, Brian Rubio Samakan Kedudukan
Garudayaksa tidak menyerah meskipun tertinggal pada awal babak kedua. Tim tamu terus berusaha mencari jalan untuk membongkar pertahanan Persita dan mendapatkan gol penyeimbang.
Usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-75. Brian Rubio berhasil mencatatkan namanya di papan skor dan mengubah kedudukan menjadi 1-1.
Gol Rubio membuat pertandingan kembali terbuka. Persita yang sebelumnya berada dalam posisi unggul harus menghadapi situasi baru, sementara Garudayaksa memperoleh suntikan semangat setelah berhasil menyamakan kedudukan.
Bagi tim tamu, gol tersebut merupakan bukti bahwa peluang mereka belum habis. Dengan kedudukan kembali imbang, Garudayaksa memiliki kesempatan untuk berusaha membalikkan keadaan atau setidaknya membawa pulang satu poin.
Sebaliknya, Persita kembali dituntut menunjukkan ketenangan. Mereka harus membangun serangan dengan lebih efektif sekaligus menghindari kesalahan yang dapat memberikan keuntungan kepada Garudayaksa.
Kedudukan 1-1 juga meningkatkan tekanan menjelang akhir pertandingan. Kedua tim harus mempertimbangkan risiko ketika mengambil keputusan, terutama saat mengirimkan lebih banyak pemain ke area pertahanan lawan.
Bagi Persita, bermain di hadapan pendukung sendiri tentu membuat kemenangan menjadi target penting. Kehilangan poin setelah sempat unggul bisa menjadi hasil yang mengecewakan.
Karena itu, pertandingan memasuki fase krusial ketika waktu normal semakin menipis.
Persita Sempat Mendapat Penalti, Keputusan Berubah Setelah VAR
Drama pertandingan semakin terasa ketika Persita memperoleh kesempatan melalui titik penalti. Keputusan tersebut sempat membuka peluang bagi tuan rumah untuk kembali unggul.
Namun, setelah dilakukan peninjauan menggunakan teknologi video assistant referee (VAR), keputusan penalti itu dibatalkan. Dengan demikian, Persita gagal memanfaatkan kesempatan tersebut untuk mengubah kedudukan.
Peristiwa ini menjadi salah satu momen penting dalam pertandingan. Pada situasi dengan skor imbang, keputusan penalti dapat menentukan arah pertandingan, terutama ketika waktu yang tersisa semakin sedikit.
Bagi Persita, pembatalan penalti berarti mereka harus mencari jalan lain untuk mencetak gol. Para pemain perlu menjaga konsentrasi dan tidak membiarkan kekecewaan mengganggu permainan.
Sementara itu, Garudayaksa mendapatkan kesempatan untuk kembali menata pertahanan setelah terhindar dari ancaman penalti. Situasi tersebut menjadi dorongan bagi tim tamu untuk mempertahankan kedudukan hingga pertandingan berakhir.
Namun, sepak bola tidak hanya ditentukan oleh satu momen. Setelah keputusan VAR, kedua kesebelasan tetap harus menjalani sisa pertandingan dan berusaha memanfaatkan peluang yang tersedia.
Persita terus berupaya menemukan celah di pertahanan lawan. Garudayaksa, di sisi lain, harus menjaga disiplin hingga peluit akhir.
Ketegangan pun semakin meningkat ketika pertandingan mendekati masa tambahan waktu.
Aleksa Andrejic Jadi Pahlawan
Saat pertandingan tampak akan berakhir imbang, Persita akhirnya mendapatkan gol yang mereka cari.
Aleksa Andrejic mencetak gol pada menit ke-90+2 untuk membawa Persita kembali unggul 2-1. Gol tersebut sekaligus menjadi penentu kemenangan tuan rumah atas Garudayaksa.
Gol pada masa tambahan waktu memberikan gambaran betapa pentingnya menjaga konsentrasi hingga detik terakhir. Garudayaksa sempat berhasil menyamakan kedudukan dan bertahan menghadapi tekanan Persita, tetapi akhirnya harus kehilangan poin pada penghujung laga.
Bagi Persita, gol Andrejic menjadi jawaban setelah mereka gagal memanfaatkan kesempatan penalti. Ketika pertandingan tampak akan berakhir tanpa pemenang, penyelesaian akhir pada masa tambahan waktu mengubah hasil menjadi kemenangan bagi Pendekar Cisadane.
Momen tersebut juga memperlihatkan bahwa pertandingan sepak bola tidak selalu ditentukan oleh dominasi sepanjang laga. Ketepatan memanfaatkan kesempatan pada waktu yang menentukan dapat menjadi pembeda antara kemenangan dan hasil imbang.
Persita berhasil memanfaatkan kesempatan terakhir untuk mengamankan tiga poin. Sebaliknya, Garudayaksa harus mengevaluasi bagaimana mereka menjaga pertahanan ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.
Gol Andrejic bukan hanya mengubah angka di papan skor, melainkan juga memberikan dampak langsung terhadap posisi kedua tim di klasemen sementara.
Persita Naik ke Peringkat Keempat
Kemenangan 2-1 atas Garudayaksa membawa Persita mengoleksi delapan poin dari empat pertandingan. Berdasarkan laporan hasil pertandingan, tambahan tiga poin tersebut mengantarkan Persita naik ke peringkat keempat klasemen sementara BRI Super League 2026/2027.
Persita kini memiliki modal yang lebih baik untuk menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya. Kemenangan atas Garudayaksa juga menjaga momentum positif setelah mereka meraih kemenangan atas Java United FC dan mengamankan hasil imbang dalam dua pertandingan lainnya.
Meski demikian, perjalanan kompetisi masih panjang. Persita tetap perlu memperbaiki efektivitas serangan, menjaga organisasi pertahanan, dan meningkatkan konsistensi agar dapat terus bersaing di papan atas.
Pertandingan melawan Garudayaksa memberikan pelajaran penting bagi Persita. Mereka mampu mencetak gol pada awal babak kedua dan menemukan gol kemenangan menjelang pertandingan berakhir, tetapi sempat kehilangan keunggulan setelah lawan menyamakan kedudukan.
Evaluasi terhadap fase tersebut diperlukan agar Persita tidak terlalu sering menghadapi situasi menegangkan pada pertandingan mendatang.
Garudayaksa Masih Mencari Kemenangan Pertama
Bagi Garudayaksa, kekalahan dari Persita memperpanjang periode tanpa kemenangan pada awal musim.
Sebelum menghadapi Persita, Garudayaksa bermain imbang melawan Java United FC dan Persebaya Surabaya, serta kalah dari Persik Kediri. Kekalahan 1-2 di Serang membuat mereka masih mengumpulkan dua poin dari empat pertandingan.
Hasil tersebut menjadi tantangan bagi tim pelatih dan para pemain. Garudayaksa perlu memperbaiki konsistensi permainan, terutama ketika harus mempertahankan hasil imbang atau menghadapi tekanan pada menit-menit akhir.
Mereka sebenarnya mampu menunjukkan respons setelah tertinggal melalui gol Brian Rubio. Akan tetapi, keberhasilan menyamakan kedudukan belum cukup untuk membawa pulang poin karena Persita mencetak gol penentu pada masa tambahan waktu.
Ke depan, Garudayaksa perlu memastikan bahwa organisasi pertahanan tetap terjaga hingga peluit akhir. Selain itu, kemampuan memanfaatkan peluang dan mengendalikan tempo permainan juga akan menjadi faktor penting untuk meraih kemenangan pertama.
Dengan kompetisi yang masih panjang, hasil buruk pada awal musim belum menentukan perjalanan mereka secara keseluruhan. Namun, setiap pertandingan berikutnya akan semakin penting untuk memperbaiki posisi di klasemen.
Persita Tangerang berhasil mengamankan kemenangan 2-1 atas Garudayaksa FC dalam pertandingan pekan keempat BRI Super League 2026/2027 pada Sabtu, 10 Oktober 2026.
Hasil ini membawa Persita naik ke peringkat keempat dengan delapan poin dari empat pertandingan. Sementara itu, Garudayaksa masih harus berjuang untuk mendapatkan kemenangan pertama mereka pada musim ini.
Bagi Persita, kemenangan dramatis ini menjadi modal penting untuk melanjutkan persaingan di BRI Super League. Bagi Garudayaksa, pertandingan tersebut menjadi pengingat bahwa konsentrasi dan kedisiplinan hingga detik terakhir merupakan faktor penting dalam upaya meraih hasil positif.