Sabtu, 17 Okt 2026
x wownusantara


Comeback Gila Persib Bandung! Sempat Tertinggal dari Port FC, Maung Bandung Mengamuk dan Menang 3-1

waktu baca 10 menit
Jumat, 9 Okt 2026 22:48 21 Singgih Wibowo

Wownusantara.com, Bangkok– Persib Bandung menunjukkan mentalitas juara setelah membalikkan keadaan dan menaklukkan Port FC dengan skor 3-1 pada laga perdana Grup B ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027. Bermain di Thailand pada Kamis (8/10/2026), Maung Bandung sempat tertinggal akibat gol penalti Jude Soonsup-Bell sebelum bangkit melalui Mariano Peralta, Berguinho, dan Luka Menalo pada penghujung pertandingan.

Kemenangan ini menjadi awal yang menggembirakan bagi Persib dalam persaingan di level Asia Tenggara. Ketika pertandingan tampak akan berakhir dengan kekalahan, skuad Maung Bandung justru memperlihatkan daya juang luar biasa. Tiga gol pada menit-menit akhir mengubah jalannya pertandingan sekaligus membawa pulang tiga poin penting dari markas lawan.

Hasil tersebut juga memberikan pesan kuat kepada para pesaing Persib. Tim asal Bandung itu tidak hanya mengandalkan kemampuan teknis, tetapi juga menunjukkan ketenangan, keberanian, dan kemampuan memanfaatkan peluang ketika pertandingan memasuki fase paling menentukan.

Babak Pertama Berlangsung Ketat, Persib dan Port FC Saling Mengancam

Sejak peluit awal dibunyikan, pertandingan Port FC melawan Persib Bandung berlangsung dalam tempo yang cukup tinggi. Kedua tim sama-sama berusaha mengambil kendali permainan demi membuka peluang mencetak gol lebih dahulu.

Persib tidak memilih bertahan sepenuhnya meskipun bermain di kandang lawan. Tim berjuluk Maung Bandung tersebut berusaha membangun serangan dan mencari celah di pertahanan Port FC.

Eliano Reijnders menjadi salah satu pemain yang mencoba mengancam gawang lawan. Namun, tembakannya belum cukup kuat untuk menyulitkan penjaga gawang Port FC, Michael Falkesgaard.

Persib kembali memperoleh kesempatan melalui Berguinho. Pemain tersebut melepaskan tembakan yang berpotensi membuka keunggulan, tetapi upayanya berhasil digagalkan Falkesgaard.

Port FC tidak tinggal diam. Klub asal Thailand itu memberikan respons melalui serangan yang memaksa penjaga gawang Persib, Teja Paku Alam, bekerja keras.

Salah satu peluang berbahaya Port FC datang melalui Erik Sviatchenko. Tembakannya dari dalam kotak penalti mengarah ke gawang Persib, tetapi Teja memperlihatkan refleks yang baik untuk menggagalkan peluang tersebut.

Penyelamatan itu menjadi salah satu momen penting pada babak pertama. Jika bola masuk, Persib berpotensi menghadapi tekanan lebih besar sebelum turun minum.

Menjelang akhir babak pertama, Uilliam Barros mencoba melepaskan tembakan kaki kanan dari dalam kotak penalti. Sayangnya, bola masih melambung di atas mistar gawang.

Port FC kemudian kembali mengancam melalui Kaka Mendes yang melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti. Teja sekali lagi tampil sigap dan berhasil menepis bola.

Hingga wasit mengakhiri babak pertama, kedua tim belum mampu mencetak gol. Skor 0-0 menjadi gambaran persaingan ketat antara Persib dan Port FC sebelum pertandingan memasuki babak kedua.

Jude Soonsup-Bell Membawa Port FC Unggul

Memasuki babak kedua, pertandingan semakin menegangkan. Kedua tim berusaha meningkatkan intensitas serangan untuk memecah kebuntuan.

Namun, momentum awal justru menjadi milik Port FC. Klub tuan rumah mendapatkan hadiah penalti setelah Ikhwan Tanamal melakukan pelanggaran terhadap Kaka Mendes di area terlarang.

Jude Soonsup-Bell dipercaya menjadi eksekutor. Ia menjalankan tugasnya dengan baik melalui tendangan ke sudut bawah gawang yang tidak mampu dijangkau Teja Paku Alam.

Gol tersebut mengubah kedudukan menjadi 1-0 untuk keunggulan Port FC.

Bagi Persib, kebobolan pada babak kedua tentu menjadi tantangan tersendiri. Mereka harus mengejar ketertinggalan di kandang lawan, menghadapi tekanan suporter tuan rumah, sekaligus menjaga konsentrasi agar tidak kembali kebobolan.

Port FC berpeluang memanfaatkan situasi tersebut untuk mengendalikan pertandingan. Keunggulan satu gol membuat mereka memiliki ruang untuk bermain lebih sabar dan menunggu kesempatan melancarkan serangan berikutnya.

Akan tetapi, Persib tidak menyerah. Para pemain terus berusaha mencari jalan untuk menembus pertahanan lawan.

Maung Bandung juga harus menghadapi situasi ketika peluang mendapatkan penalti tidak berujung hadiah tendangan dari titik putih. Wasit sempat menunjuk titik penalti setelah Nitipong Selanon berduel dengan Mariano Peralta, tetapi keputusan itu dibatalkan setelah pemeriksaan VAR menunjukkan Selanon mengenai bola lebih dahulu.

Keputusan tersebut membuat Persib harus kembali mencari cara lain untuk menyamakan kedudukan.

Mariano Peralta Menjadi Pembuka Kebangkitan Persib

Ketika pertandingan semakin mendekati akhir, Persib mulai menunjukkan ketajaman yang menentukan.

Pelatih dan para pemain harus mencari keseimbangan antara meningkatkan daya serang dan menghindari risiko kehilangan konsentrasi di lini belakang. Dalam situasi tertinggal, setiap serangan menjadi penting karena waktu yang tersisa semakin sedikit.

Persib akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada menit ke-87 melalui Mariano Peralta.

Gol tersebut berawal dari umpan terobosan Balsa Sekulic yang berhasil menemukan Peralta. Meski mendapat pengawalan ketat dari dua pemain lawan, Peralta mampu melepaskan tembakan kaki kiri yang mengecoh Falkesgaard.

Bola masuk ke gawang Port FC dan mengubah skor menjadi 1-1.

Gol Peralta menjadi titik balik pertandingan. Persib yang sebelumnya berada dalam posisi tertekan kembali memiliki peluang untuk membawa pulang kemenangan.

Penyelesaian Peralta juga memperlihatkan pentingnya ketenangan di depan gawang. Dalam situasi dengan ruang tembak terbatas dan tekanan dari pemain bertahan, ia tetap mampu mengambil keputusan yang efektif.

Bagi Port FC, gol penyama kedudukan tersebut menjadi pukulan besar. Keunggulan yang mereka pertahankan sepanjang sebagian besar babak kedua akhirnya sirna hanya beberapa menit sebelum waktu normal berakhir.

Namun, drama belum selesai. Persib justru semakin berbahaya setelah berhasil menyamakan kedudukan.

Berguinho Membalikkan Keadaan pada Masa Injury Time

Persib tidak berhenti setelah mencetak gol penyeimbang. Tim asuhan Igor Tolic tersebut terus menekan dan berusaha memanfaatkan momentum yang mulai berpihak kepada mereka.

Hasilnya terlihat pada masa tambahan waktu. Berguinho berhasil mencetak gol yang membawa Persib berbalik unggul 2-1.

Gol tersebut bermula dari umpan panjang yang diterima Luka Menalo di sisi kanan. Menalo kemudian mengirimkan umpan silang ke area berbahaya di depan gawang Port FC.

Berguinho menyambut umpan tersebut dengan tendangan kaki kiri mendatar. Bola meluncur ke sudut bawah gawang dan gagal dihentikan Falkesgaard.

Persib pun berbalik unggul setelah sebelumnya tertinggal akibat penalti Soonsup-Bell.

Gol Berguinho menjadi bukti bahwa pertandingan sepak bola belum berakhir selama wasit belum meniup peluit panjang. Ketika banyak pertandingan ditentukan oleh satu kesalahan atau satu peluang, Persib mampu memanfaatkan momen krusial untuk mengubah hasil.

Pergerakan Menalo di sisi kanan juga menunjukkan bahwa serangan Persib tidak hanya bergantung pada satu pemain. Kombinasi umpan panjang, pergerakan tanpa bola, dan penyelesaian akhir yang akurat menjadi rangkaian penting dalam terciptanya gol kedua.

Keunggulan 2-1 membuat Persib semakin percaya diri. Sebaliknya, Port FC harus berusaha mengejar ketertinggalan dalam waktu yang sangat terbatas.

Luka Menalo Menyempurnakan Kemenangan Menjadi 3-1

Belum sempat Port FC memulihkan keadaan, Persib kembali memberikan pukulan telak.

Luka Menalo mencetak gol ketiga yang memastikan kemenangan Maung Bandung dengan skor 3-1.

Gol tersebut berawal dari aksi Mariano Peralta di sisi kiri kotak penalti. Peralta mampu melewati tekanan pemain bertahan sebelum mengirimkan umpan lambung ke area depan gawang.

Menalo menyambut bola melalui sundulan sambil menjatuhkan tubuh atau diving header. Sundulannya mengarah ke sudut bawah gawang dan tidak dapat dihentikan penjaga gawang Port FC.

Gol itu menutup rangkaian kebangkitan Persib yang luar biasa. Dalam rentang akhir pertandingan, Maung Bandung mencetak tiga gol melalui Peralta, Berguinho, dan Menalo.

Persib yang sebelumnya tertinggal 0-1 akhirnya menang 3-1. Hasil tersebut memperlihatkan betapa cepatnya keadaan dapat berubah dalam sepak bola ketika sebuah tim mampu menjaga kepercayaan diri dan memaksimalkan peluang.

Peralta layak mendapat perhatian khusus karena bukan hanya mencetak gol penyama kedudukan, tetapi juga berperan dalam terciptanya gol ketiga. Sementara itu, Menalo menunjukkan kontribusi besar dengan memberikan assist untuk gol Berguinho sebelum mencetak gol penutup.

Berguinho juga menjadi sosok penting karena golnya membuat Persib berbalik unggul pada saat pertandingan memasuki masa paling menentukan.

Kemenangan Ini Menunjukkan Kekuatan Mental Persib

Kemenangan atas Port FC tidak sekadar memberikan tiga poin bagi Persib. Hasil ini juga menunjukkan kemampuan tim menghadapi tekanan dalam pertandingan kompetitif di luar kandang.

Tertinggal lebih dahulu bisa membuat sebuah tim kehilangan kepercayaan diri. Situasi menjadi lebih sulit ketika lawan bermain di hadapan pendukung sendiri dan mampu mempertahankan keunggulan hingga menit-menit akhir.

Namun, Persib memperlihatkan respons berbeda. Mereka tetap berusaha membangun serangan dan tidak membiarkan gol penalti Port FC menentukan keseluruhan pertandingan.

Keberhasilan mencetak tiga gol pada penghujung laga menjadi gambaran efektivitas Persib ketika peluang mulai terbuka.

Meski demikian, kemenangan ini tidak berarti Persib sudah bebas dari pekerjaan rumah. Gol penalti yang mereka terima dan sejumlah peluang Port FC pada babak pertama tetap menjadi bahan evaluasi bagi tim pelatih.

Lini pertahanan perlu menjaga kedisiplinan agar pelanggaran di area berbahaya dapat diminimalkan. Sementara itu, lini tengah perlu mempertahankan keseimbangan antara membantu serangan dan melindungi pertahanan.

Pada sisi positif, keberhasilan mencetak gol melalui tiga pemain berbeda menunjukkan bahwa Persib mempunyai beberapa opsi untuk menghasilkan ancaman. Hal tersebut dapat menjadi modal penting dalam menghadapi pertandingan berikutnya.

Persib Mengawali Shopee Cup dengan Tiga Poin Penting

Kemenangan 3-1 atas Port FC menjadi awal yang positif bagi Persib Bandung dalam persaingan Grup B ASEAN Club Championship Shopee Cup 2026/2027.

Berdasarkan laporan pertandingan, Persib menempati posisi kedua klasemen Grup B dengan tiga poin, di bawah Johor Darul Ta’zim yang memiliki jumlah poin sama tetapi unggul dalam selisih gol.

Posisi tersebut memberikan modal awal yang baik, meskipun perjalanan di fase grup masih panjang. Persib harus mempertahankan konsistensi jika ingin bersaing memperebutkan tiket ke babak berikutnya.

Kompetisi antarklub Asia Tenggara menghadirkan tantangan berbeda dibandingkan pertandingan domestik. Persib harus menghadapi lawan dengan karakter permainan, intensitas, dan atmosfer pertandingan yang tidak selalu sama.

Karena itu, kemenangan tandang atas Port FC memiliki nilai tersendiri. Maung Bandung tidak hanya berhasil mengamankan poin, tetapi juga memperoleh dorongan kepercayaan diri setelah melewati pertandingan dengan tekanan besar.

Meski begitu, hasil satu pertandingan tidak boleh membuat tim terlena. Persib masih membutuhkan organisasi permainan yang solid, efektivitas penyelesaian akhir, serta konsentrasi sepanjang 90 menit atau lebih.

Tantangan Berikutnya: Menjaga Konsistensi di Tengah Jadwal Padat

Setelah menghadapi Port FC, Persib dihadapkan pada jadwal yang cukup menantang. Maung Bandung dijadwalkan menjamu Dewa United dalam kompetisi domestik pada 11 Oktober 2026, sebelum menghadapi Viettel di AFC Champions League Two pada 14 Oktober 2026.

Jadwal yang berdekatan menuntut tim pelatih mengatur kondisi fisik pemain dan menentukan rotasi secara tepat.

Pemain yang tampil dalam pertandingan dengan intensitas tinggi perlu mendapat perhatian dari sisi pemulihan. Pada saat bersamaan, pemain pelapis harus siap memberikan kontribusi apabila mendapatkan kesempatan bermain.

Kemenangan atas Port FC tentu memberikan suasana positif di ruang ganti. Namun, tantangan sesungguhnya adalah mengubah hasil tersebut menjadi konsistensi dalam pertandingan berikutnya.

Persib juga perlu mempertahankan efektivitas serangan yang diperlihatkan pada akhir pertandingan di Thailand. Ketika mampu mengombinasikan pergerakan antarpemain dan penyelesaian akhir yang akurat, Maung Bandung memiliki peluang untuk menjadi lawan yang sulit dihadapi.

Hasil tersebut menjadi bukti bahwa ketenangan dan keberanian mengambil peluang dapat mengubah pertandingan dalam waktu singkat. Persib mampu bertahan menghadapi tekanan, kemudian memanfaatkan celah ketika kesempatan datang.

Bagi Bobotoh, kemenangan ini tentu menjadi kabar menggembirakan. Maung Bandung pulang dengan tiga poin dan modal kepercayaan diri untuk menghadapi rangkaian pertandingan berikutnya.

Perjalanan masih panjang, tetapi Persib sudah mengawali kompetisi dengan cara yang mengesankan. Jika mampu mempertahankan disiplin pertahanan dan ketajaman lini depan, peluang untuk bersaing di papan atas Grup B tetap terbuka.

Satu hal yang pasti, duel melawan Port FC memberikan pelajaran penting: Persib tidak menyerah meskipun berada dalam posisi sulit. Justru pada saat tekanan mencapai puncaknya, Maung Bandung menunjukkan karakter yang membawa mereka meraih kemenangan.

Persib Bandung

  • Kiper: Teja Paku Alam
  • Belakang: Patricio Martin Matricardi, Gabriel Donatien Mutombo Kupa, Julio Cesar de Freitas Filho, Eliano Johannes Reijnders, Ikhwan Ali Tanamal
  • Tengah: Marc Klok (Kapten), Adam Alis Setyano
  • Depan: Luka Menalo, Uilliam Barros Pereira, Rosembergne da Silva (Berguinho)
  • Cadangan: Fitrah Maulana, Muhammad Ridwan, Kakang Rudianto, Sandy Henny Walsh, Luciano Guaycochea, Mariano Ezequiel Peralta Bauer, Dedi Kusnandar, dan pemain lainnya. [1]

Port FC

  • Kiper: Michael Falkesgaard
  • Belakang: Nitipong Selanon, Erik Sviatchenko, Manuel Bihr, Matheus Lins
  • Tengah: Noboru Shimura, Peeradol Chamratsamee
  • Depan: Bruno Moreira, Bordin Phala, Kaka Mendes, Rui Cost

LAINNYA
x wownusantara