Minggu, 18 Okt 2026
x wownusantara


Indonesia Hajar Bangladesh 9-2, Garuda Melaju ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

waktu baca 8 menit
Sabtu, 3 Okt 2026 23:42 32 Singgih Wibowo

Wownusantara.com, Jakarta – Timnas Indonesia memastikan tiket ke final FIFA ASEAN Cup 2026 setelah tampil luar biasa dengan menghajar Bangladesh 9-2 pada pertandingan terakhir Grup A di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Kamis (1/10/2026) malam WIB.

Kemenangan besar tersebut tidak hanya menghadirkan pesta gol bagi skuad Garuda di hadapan pendukung sendiri. Hasil tersebut juga menjadi penentu perjalanan Indonesia menuju partai puncak turnamen setelah persaingan ketat dengan Malaysia di klasemen Grup A.

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin. Namun, skuad Garuda berhak menempati posisi teratas karena unggul produktivitas gol. Malaysia sendiri meraih kemenangan 6-0 atas Singapura dalam pertandingan Grup A lainnya.

FIFA mencatat Indonesia mencetak sembilan gol melalui Mitchell Baker, Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks. Sementara dua gol Bangladesh diciptakan Shahriar Emon dan Farhaan Ali Wahid.

Indonesia Langsung Menekan Sejak Menit Awal

Pertandingan di SUGBK menjadi laga yang sangat penting bagi Indonesia. Tim asuhan John Herdman membutuhkan hasil maksimal untuk menjaga peluang lolos ke final.

Sejak peluit awal dibunyikan, Indonesia langsung mengambil inisiatif permainan. Para pemain Garuda berusaha menguasai bola dan menekan pertahanan Bangladesh dari berbagai sisi.

Ole Romeny menjadi salah satu pemain yang aktif membuka ruang. Pergerakannya dari sisi kanan beberapa kali membuat pertahanan Bangladesh berada dalam tekanan.

Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-11.

Ole Romeny melakukan penetrasi dari sisi kanan sebelum mengirim umpan tarik ke area berbahaya. Mitchell Baker yang berada di posisi tepat langsung menyambut bola dengan penyelesaian first-time.

Tendangan Baker meluncur melewati penjagaan kiper Bangladesh Mehedi Hasan Srabon.

Indonesia unggul 1-0.

Gol tersebut membuat permainan Indonesia semakin percaya diri. Bangladesh mencoba merespons dengan memperkuat pertahanan dan mengandalkan serangan balik.

Namun, Indonesia terus memberikan tekanan.

Pada menit ke-20, Baker kembali mencatatkan namanya di papan skor. Penyerang muda tersebut berhasil memanfaatkan kemelut di depan gawang Bangladesh dan mencetak gol keduanya.

Indonesia pun menjauh 2-0.

Rizky Ridho Tambah Keunggulan

Dominasi Indonesia belum berhenti. Lini tengah dan lini depan Garuda terus bergerak aktif untuk menciptakan ruang.

Bangladesh kesulitan keluar dari tekanan. Setiap kali mencoba membangun serangan, Indonesia mampu melakukan tekanan sehingga bola kembali dikuasai pemain tuan rumah.

Pada menit ke-32, Indonesia mendapatkan gol ketiga.

Rizky Ridho melepaskan tembakan mendatar yang mengarah ke sisi kanan gawang Bangladesh. Bola tidak mampu dijangkau Mehedi Hasan Srabon.

Skor berubah menjadi 3-0.

Gol tersebut semakin memperlihatkan agresivitas Indonesia dalam pertandingan yang memang membutuhkan kemenangan dengan margin besar.

Namun, Bangladesh tidak menyerah begitu saja.

Empat menit setelah gol Rizky Ridho, Bangladesh berhasil memperkecil ketertinggalan melalui Shahriar Emon. Penyerang Bangladesh itu mencetak gol lewat sundulan.

Skor menjadi 3-1.

Indonesia kembali meningkatkan tekanan setelah kebobolan.

Hanya berselang beberapa menit, Baker kembali mencetak gol. Gol tersebut sekaligus melengkapi hattrick pemain Indonesia tersebut.

Skor berubah menjadi 4-1.

Performa Baker menjadi salah satu cerita utama pertandingan. Pergerakannya di dalam kotak penalti membuat barisan pertahanan Bangladesh kesulitan mengantisipasi.

Tidak berhenti sampai di situ, Baker kembali mencetak gol pada menit ke-42.

Kali ini ia mencetak gol melalui sundulan setelah menerima umpan yang dikirim dari lini belakang Indonesia.

Indonesia semakin jauh meninggalkan Bangladesh dengan skor 5-1.

Justin Hubner Tutup Babak Pertama

Indonesia masih memiliki waktu untuk menambah gol sebelum turun minum.

Tekanan kembali diberikan melalui situasi bola mati.

Pada masa tambahan waktu babak pertama, Indonesia mendapatkan peluang dari sepak pojok. Calvin Verdonk mengirim bola ke area pertahanan Bangladesh.

Justin Hubner berhasil menyelesaikan peluang tersebut menjadi gol.

Indonesia menutup babak pertama dengan keunggulan 6-1.

Enam gol pada babak pertama menunjukkan betapa agresifnya permainan Garuda. Di sisi lain, Bangladesh harus melakukan perubahan strategi untuk menghadapi tekanan Indonesia pada paruh kedua.

Lima gol Indonesia pada babak pertama berasal dari Mitchell Baker, Rizky Ridho, dan Justin Hubner, sedangkan satu gol Bangladesh dicetak Shahriar Emon.

Bangladesh Bertahan, Indonesia Terus Mencari Gol

Memasuki babak kedua, Indonesia tidak mengendurkan tekanan.

Garuda tetap berusaha menguasai permainan. Kevin Diks, Elkan Baggott, Ole Romeny, Ragnar Oratmangoen dan pemain lainnya terus mencari celah di pertahanan Bangladesh.

Namun, situasinya berbeda dibandingkan babak pertama.

Bangladesh bermain lebih rapat dan kiper Mehedi Hasan Srabon beberapa kali melakukan penyelamatan penting.

Indonesia harus menunggu cukup lama untuk mendapatkan gol ketujuh.

Pada periode tersebut, tekanan Indonesia sebenarnya cukup konsisten. Namun, penyelesaian akhir belum menghasilkan gol tambahan.

Sementara itu, perkembangan pertandingan Malaysia kontra Singapura juga menjadi perhatian.

Malaysia mampu mencetak enam gol ke gawang Singapura. Dengan hasil tersebut, Indonesia membutuhkan produktivitas gol yang lebih tinggi untuk memastikan posisi puncak Grup A.

Situasi tersebut membuat menit-menit terakhir pertandingan Indonesia kontra Bangladesh menjadi sangat menentukan.

Luke Vickery Cetak Gol Ketujuh

Indonesia akhirnya berhasil mencetak gol ketujuh pada menit ke-90.

Luke Vickery yang masuk sebagai pemain pengganti berhasil memanfaatkan peluang untuk mengubah skor menjadi 7-1.

Gol tersebut sempat membuat posisi Indonesia semakin nyaman.

Namun, Bangladesh kembali memberikan respons cepat.

Satu menit kemudian, Farhaan Ali Wahid mencetak gol untuk Bangladesh.

Skor berubah menjadi 7-2.

Bagi Indonesia, gol tersebut membuat situasi kembali menegangkan. Malaysia sudah menang 6-0 atas Singapura sehingga Garuda membutuhkan tambahan gol untuk memastikan keunggulan produktivitas.

Tekanan pun kembali meningkat.

Kevin Diks dan Baker Jadi Penentu

Indonesia tidak berhenti menyerang.

Pada masa tambahan waktu, Kevin Diks berhasil mencetak gol kedelapan Indonesia.

Gol tersebut membuat skor menjadi 8-2.

Namun, Indonesia masih membutuhkan satu gol lagi untuk memastikan posisi puncak Grup A.

Para pemain Garuda terus mendorong lini depan.

Drama kemudian terjadi pada penghujung pertandingan.

Mitchell Baker kembali mencetak gol pada masa tambahan waktu.

Gol tersebut menjadi gol kelima Baker dalam pertandingan sekaligus gol kesembilan Indonesia.

Skor akhir Indonesia 9-2 Bangladesh.

Kelima Baker tercipta pada menit 90+7. Sebelumnya Luke Vickery mencetak gol pada menit ke-90 dan Kevin Diks mencetak gol pada menit ke-90+6.

Mitchell Baker Jadi Bintang Utama

Performa Mitchell Baker menjadi sorotan terbesar dalam kemenangan Indonesia.

Penyerang berusia 19 tahun tersebut mencetak lima gol dalam satu pertandingan. Lima gol itu membuat Baker menjadi pemain yang sangat menentukan keberhasilan Garuda mengamankan tiket final.

Baker mencetak gol pada menit ke-11, 20, 37, 42, dan 90+7.

Lima gol tersebut hadir dalam situasi yang berbeda. Ada gol melalui penyelesaian kaki, memanfaatkan kemelut, hingga sundulan.

Performa tersebut sekaligus menunjukkan efektivitas Baker dalam memanfaatkan peluang yang diberikan rekan-rekannya.

Baker sebagai pahlawan Garuda dalam kemenangan dramatis tersebut.

Persaingan dengan Malaysia Berlangsung hingga Akhir

Kemenangan Indonesia atas Bangladesh tidak bisa dilepaskan dari pertandingan Grup A lainnya antara Malaysia dan Singapura.

Sebelum pertandingan berlangsung, persaingan Indonesia dan Malaysia untuk posisi teratas Grup A masih terbuka.

Indonesia membutuhkan kemenangan dengan produktivitas gol yang cukup untuk mengungguli Malaysia.

Dalam pertandingan lainnya, Malaysia berhasil menang 6-0 atas Singapura.

Hasil tersebut membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi tujuh poin.

Namun, Indonesia memiliki produktivitas gol yang lebih baik.

Berdasarkan laporan pertandingan, Indonesia mengakhiri fase grup dengan produktivitas 11-2, sedangkan Malaysia mencatatkan 9-0.

Dengan demikian, Indonesia berhak menempati posisi pertama Grup A.

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh menjadi sangat penting karena dua gol yang tercipta pada masa tambahan waktu menentukan posisi Garuda di puncak klasemen.

Indonesia ke Final FIFA ASEAN Cup 2026

Kemenangan atas Bangladesh memastikan Indonesia melaju ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Garuda finis sebagai juara Grup A dengan tujuh poin dari tiga pertandingan.

Hasil tersebut didapat setelah Indonesia menjalani rangkaian pertandingan fase grup dengan mengumpulkan kemenangan dan hasil imbang yang membuat mereka tetap berada dalam persaingan hingga pertandingan terakhir.

Keberhasilan lolos ke final juga menjadi hasil dari produktivitas gol yang tinggi.

Indonesia mencetak 11 gol dalam tiga pertandingan dan hanya kebobolan dua gol berdasarkan catatan akhir Grup A yang dilaporkan sejumlah media.

Di final, Indonesia akan menghadapi Thailand

Pertandingan final dijadwalkan berlangsung pada Senin setelah seluruh pertandingan Grup B selesai.

Di final nanti Idonesia akan menghadapi Thailand yang sudah lebih dulu memastikan maju ke babak final.

Dengan lolosnya Indonesia ke partai puncak, perhatian kini beralih kepada persiapan John Herdman dan para pemainnya menghadapi pertandingan terakhir turnamen.

Susunan Pemain Indonesia

Indonesia turun dengan skema 3-4-2-1.

Emil Audero dipercaya menjaga gawang. Tiga pemain belakang diisi Rizky Ridho, Elkan Baggott, dan Justin Hubner.

Di lini tengah terdapat Kevin Diks, Calvin Verdonk, Joey Pelupessy, dan Ivar Jenner.

Sementara Ragnar Oratmangoen dan Ole Romeny mendukung Mitchell Baker di lini depan.

Susunan tersebut menunjukkan pendekatan agresif yang digunakan Herdman untuk mengejar kemenangan.

Bangladesh menggunakan formasi 4-4-1-1 dengan Mehedi Hasan Srabon sebagai penjaga gawang. Barisan pertahanan mereka diisi Saad Uddin, Tariq Kazi, Zidane Yousuf, dan Zayyan Ahmed.

Fokus Garuda Beralih ke Partai Final

Setelah pesta sembilan gol melawan Bangladesh, pekerjaan Indonesia belum selesai.

Justru pertandingan final akan menjadi ujian berikutnya bagi skuad Garuda.

Indonesia berhasil melewati persaingan Grup A dengan cara dramatis. Mereka bukan hanya meraih kemenangan besar, tetapi juga menunjukkan kemampuan menjaga tekanan sampai pertandingan benar-benar berakhir.

Gol Kevin Diks dan Mitchell Baker pada masa tambahan waktu menjadi penentu posisi Indonesia di puncak klasemen.

Kini, Garuda harus mempersiapkan diri menghadapi final FIFA ASEAN Cup 2026.

Kemenangan 9-2 atas Bangladesh akan menjadi modal penting dari sisi kepercayaan diri. Namun, pertandingan final tentu menghadirkan tantangan berbeda.

John Herdman dan para pemainnya harus kembali menjaga konsentrasi, efektivitas serangan, serta kekuatan pertahanan.

Satu hal yang sudah pasti, kemenangan atas Bangladesh membawa Indonesia ke partai puncak dengan cara yang spektakuler.

Dari enam gol pada babak pertama hingga drama tiga gol pada penghujung pertandingan, SUGBK menjadi saksi perjalanan Garuda memastikan tiket final.

Mitchell Baker menjadi bintang utama dengan lima gol. Rizky Ridho, Justin Hubner, Luke Vickery, dan Kevin Diks turut menyumbangkan gol.

Pada akhirnya, Indonesia menang 9-2 atas Bangladesh dan mengamankan posisi pertama Grup A dengan tujuh poin.

Kini, seluruh perhatian tertuju kepada final FIFA ASEAN Cup 2026.

LAINNYA
x wownusantara