Sabtu, 17 Okt 2026
x wownusantara


Persija Kena Hukuman Komdis PSSI Usai Laga Kontra Persib, Dilarang Gelar Dua Laga Kandang

waktu baca 6 menit
Sabtu, 19 Sep 2026 13:07 36 Singgih Wibowo

Wownusantara.com, Jakarta – Kemenangan Persija Jakarta atas Persib Bandung pada pekan kedua Super League 2026/2027 ternyata menyisakan persoalan di luar lapangan. Komite Disiplin (Komdis) PSSI menjatuhkan sejumlah sanksi kepada Persija menyusul berbagai insiden yang terjadi sebelum hingga selama pertandingan yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Sabtu (12/9/2026).

Dalam pertandingan tersebut, Persija berhasil mengalahkan Persib dengan skor 2-1. Laga berlangsung dengan atmosfer tinggi dan mendapat perhatian besar dari kedua kelompok suporter. Namun, setelah pertandingan berakhir, Komdis PSSI melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah kejadian yang dinilai sebagai pelanggaran disiplin.

Berdasarkan laporan sejumlah media, salah satu hukuman utama yang diterima Panitia Pelaksana (Panpel) Persija adalah larangan menggelar pertandingan kandang di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten selama dua pertandingan. Sanksi tersebut berlaku untuk dua laga kandang terdekat Persija.

Dua Laga Kandang Persija Harus Digelar di Luar Wilayah Sanksi

Hukuman tersebut membuat Persija tidak dapat menggunakan stadion yang berada di Jakarta maupun sejumlah wilayah di sekitarnya selama masa sanksi berlangsung. Stadion seperti SUGBK dan Jakarta International Stadium (JIS) tidak dapat digunakan sebagai lokasi pertandingan kandang Persija selama hukuman tersebut. Sejumlah stadion di Jawa Barat dan Banten juga masuk dalam wilayah yang terkena larangan.

Situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen Persija. Sebagai klub yang memiliki basis suporter besar di Jakarta, pertandingan kandang biasanya menjadi momentum penting bagi Persija untuk mendapatkan dukungan langsung dari The Jakmania.

Dengan adanya hukuman tersebut, Persija harus mencari stadion alternatif di luar wilayah yang ditentukan Komdis PSSI. Artinya, status sebagai tuan rumah tetap melekat kepada Persija, tetapi pertandingan harus dimainkan di stadion yang berada di luar DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Laga menghadapi Java United pada Sabtu (19/9/2026) menjadi salah satu pertandingan yang terdampak. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali.

Setelah pertandingan melawan Java United, Persija juga dijadwalkan menghadapi Arema FC sebagai tuan rumah pada Oktober. Dengan masa hukuman yang mencakup dua laga kandang, Persija kembali harus mempertimbangkan lokasi alternatif untuk pertandingan tersebut.

Berawal dari Insiden Sebelum Pertandingan

Salah satu kejadian yang menjadi perhatian Komdis PSSI terjadi sebelum pertandingan Persija kontra Persib berlangsung. Sekelompok orang dilaporkan menyalakan kembang api di sekitar hotel tempat rombongan Persib Bandung menginap.

Peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (11/9/2026), atau sehari sebelum pertandingan digelar. Komdis PSSI kemudian menjadikan kejadian tersebut sebagai bagian dari pertimbangan dalam memberikan sanksi kepada Panpel Persija.

Dalam laporan yang beredar, hukuman tersebut juga berkaitan dengan adanya rangkaian kejadian yang dinilai menunjukkan kegagalan pengendalian situasi di sekitar pertandingan. Panpel Persija kemudian mendapatkan sanksi larangan menggelar dua pertandingan kandang di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Keputusan tersebut mengacu pada ketentuan Kode Disiplin PSSI Tahun 2025. Laporan mengenai keputusan Komdis menyebut sanksi berlaku sejak keputusan diterbitkan dan diterapkan pada pertandingan kandang terdekat Persija.

Pelemparan Botol ke Arah Pemain Persib

Selain insiden sebelum pertandingan, Komdis PSSI juga mencatat kejadian yang berlangsung di dalam stadion. Salah satunya adalah aksi pelemparan botol air minum dari area tribun ke arah pemain Persib Bandung.

Menurut laporan yang dipublikasikan sejumlah media, pelemparan tersebut terjadi ketika pertandingan sedang berlangsung. Botol dilaporkan dilempar dari area tribun menuju lapangan.

Atas kejadian tersebut, Persija dikenai denda sebesar Rp30 juta. Hukuman ini menjadi bagian dari rangkaian sanksi yang diberikan Komdis PSSI setelah melakukan pemeriksaan terhadap laporan pertandingan.

Komdis menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran disiplin karena benda dari tribun dilemparkan ke arah area lapangan dan pemain lawan. Insiden seperti ini juga menjadi perhatian serius dalam penyelenggaraan pertandingan sepak bola karena berpotensi membahayakan pemain, perangkat pertandingan maupun penonton lainnya.

Flare dan Petasan Juga Jadi Persoalan

Pelanggaran lain yang dicatat Komdis PSSI berkaitan dengan penyalaan flare dan petasan selama pertandingan. Sejumlah laporan menyebut terdapat flare yang dinyalakan di tribun pada pertandingan Persija kontra Persib.

Untuk pelanggaran tersebut, Persija dilaporkan mendapatkan denda sebesar Rp60 juta. Jika digabungkan dengan denda Rp30 juta akibat pelemparan botol dan Rp40 juta terkait insiden sebelum serta sekitar pertandingan, total denda yang diberitakan sejumlah media mencapai Rp130 juta.

Dengan demikian, sanksi yang diterima Persija bukan hanya berupa larangan menggelar pertandingan kandang di wilayah tertentu. Klub juga harus menanggung konsekuensi finansial akibat berbagai pelanggaran yang terjadi dalam rangkaian pertandingan tersebut.

Beberapa laporan merangkum hukuman Persija menjadi empat bentuk sanksi, yakni larangan menggelar dua pertandingan kandang di tiga wilayah serta tiga denda yang apabila dijumlahkan mencapai Rp130 juta.

Persija Tetap Punya Hak Banding

Meski telah mendapatkan keputusan dari Komdis PSSI, Persija masih mempunyai kesempatan untuk menempuh proses banding sesuai mekanisme yang berlaku. Sejumlah laporan menyebut hak banding tersebut tersedia berdasarkan Pasal 117 Kode Disiplin PSSI.

Jalur banding menjadi bagian dari mekanisme disiplin sepak bola Indonesia. Artinya, keputusan Komdis PSSI tidak serta-merta menutup seluruh proses hukum olahraga yang tersedia bagi pihak yang dijatuhi sanksi.

Manajemen Persija kini perlu menentukan langkah selanjutnya, termasuk memastikan pertandingan kandang yang terkena sanksi dapat berlangsung sesuai ketentuan dan menentukan stadion alternatif di luar wilayah yang dilarang.

Tantangan untuk Persija dan The Jakmania

Hukuman tersebut juga memberikan dampak terhadap suporter Persija. The Jakmania harus melakukan perjalanan lebih jauh apabila ingin menyaksikan pertandingan kandang Persija secara langsung.

Bermain di luar Jakarta tentu berbeda dengan bermain di SUGBK atau stadion lain yang berada dekat dengan basis suporter. Faktor perjalanan, biaya, akses transportasi, hingga jumlah suporter yang dapat hadir menjadi bagian dari konsekuensi pertandingan kandang di luar wilayah.

Di sisi lain, Persija tetap dituntut menjaga fokus di kompetisi. Setelah meraih kemenangan 2-1 atas Persib, tim harus segera mengalihkan perhatian kepada pertandingan berikutnya.

Kemenangan atas Persib sendiri menjadi hasil penting bagi Persija. Dalam pertandingan 12 September, Alexander Jeremejeff membuka keunggulan pada menit ke-41 sebelum Persib menyamakan kedudukan melalui Balsa Sekulic pada menit ke-82. Ivan Mamut kemudian mencetak gol kemenangan pada masa injury time sehingga Persija mengamankan kemenangan 2-1.

Namun, keberhasilan di lapangan tersebut kini diikuti persoalan disiplin di luar lapangan. Persija harus menjalani pertandingan kandang berikutnya di luar wilayah yang ditentukan Komdis PSSI.

Suporter Diminta Menjaga Ketertiban

Sanksi yang dijatuhkan setelah pertandingan Persija kontra Persib menjadi pengingat mengenai pentingnya perilaku suporter dalam pertandingan sepak bola.

Penyalaan flare, petasan, pelemparan benda ke lapangan maupun tindakan lain yang mengganggu keamanan pertandingan dapat memberikan konsekuensi terhadap klub. Bahkan, dampaknya tidak hanya berupa denda, tetapi juga dapat membuat sebuah tim kehilangan kesempatan bermain di stadion kandangnya.

Karena itu, pertandingan berikutnya menjadi momentum bagi Persija dan suporternya untuk memastikan seluruh rangkaian pertandingan berlangsung dengan tertib.

Di tengah atmosfer kompetisi yang semakin ketat, dukungan suporter tetap menjadi bagian penting bagi perjalanan Persija. Namun, dukungan tersebut harus diberikan dengan tetap memperhatikan aturan keamanan dan regulasi pertandingan.

Persija kini menghadapi konsekuensi dari insiden laga melawan Persib. Dua laga kandang harus dimainkan di luar DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, sementara total denda yang dilaporkan mencapai Rp130 juta. Persija juga masih memiliki hak untuk mengajukan banding sesuai prosedur yang berlaku.

Dengan hukuman tersebut, pertandingan Persija berikutnya tidak hanya menjadi ujian bagi tim di lapangan, tetapi juga bagi manajemen dan suporter dalam memastikan penyelenggaraan pertandingan berjalan sesuai regulasi.

LAINNYA
x wownusantara