Minggu, 18 Okt 2026
x wownusantara


Indonesia vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Laga Berakhir 0-0 10 Pemain Garuda Tahan Harimau Malaya

waktu baca 7 menit
Selasa, 29 Sep 2026 23:58 32 Singgih Wibowo

Wownusantara.com, Jakarta – Timnas Indonesia bermain imbang 0-0 melawan Malaysia dalam pertandingan kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026) malam WIB.

Pertandingan Indonesia vs Malaysia berlangsung sengit sejak menit pertama. Kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk mencetak gol, tetapi kokohnya pertahanan dan penampilan gemilang para penjaga gawang membuat tidak ada gol tercipta hingga pertandingan berakhir.

Pada menit awal pertandingan Indonesia berhasil mencetak gol ke gawang Malaysia melalui Justin Hubner,namun sayang gol tersebut di anulir oleh wasit karna sebelumnya terjadi pelanggaran.

Situasi pertandingan menjadi semakin berat bagi Indonesia setelah gelandang Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung setelah wasit melakukan peninjauan VAR pada babak pertama. Garuda harus bermain dengan 10 pemain untuk sebagian besar pertandingan.

Meski kehilangan satu pemain, Indonesia mampu mempertahankan gawangnya dari kebobolan. Maarten Paes beberapa kali melakukan penyelamatan penting, sementara Justin Hubner juga melakukan penyelamatan di garis gawang pada fase akhir pertandingan.

Hasil imbang tersebut membuat Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Persaingan Grup A FIFA ASEAN Cup 2026 pun masih terbuka hingga pertandingan terakhir.

Duel Dua Tim dengan Modal Kemenangan

Indonesia dan Malaysia memasuki pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi setelah sama-sama meraih kemenangan pada laga pembuka.

Indonesia sebelumnya berhasil mengalahkan Singapura dengan skor 2-0. Sementara itu, Malaysia datang dengan modal kemenangan 3-0 atas Bangladesh.

Situasi tersebut membuat pertemuan kedua negara menjadi sangat penting. Kemenangan akan membuka peluang lebih besar bagi salah satu tim untuk mengamankan posisi teratas Grup A.

FIFA ASEAN Cup 2026 sendiri merupakan edisi perdana turnamen yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dalam kompetisi di bawah naungan FIFA. Divisi 1 diikuti delapan negara yang terbagi ke dalam dua grup.

Indonesia berada di Grup A bersama Malaysia, Singapura, dan Bangladesh. Setiap tim menjalani pertandingan satu putaran, sedangkan juara grup berhak melaju ke final divisi masing-masing.

Dengan kondisi tersebut, duel Indonesia kontra Malaysia bukan sekadar pertandingan biasa. Tiga poin yang diperebutkan di SUGBK memiliki arti penting dalam persaingan menuju final.

Babak Pertama Berjalan Ketat

Pertandingan dimulai dengan tempo tinggi. Malaysia mencoba mengambil inisiatif serangan, sementara Indonesia berusaha membangun permainan melalui lini tengah.

Beberapa peluang awal datang dari kubu Malaysia. Faisal Halim sempat mendapatkan kesempatan, tetapi penyelesaiannya belum mampu mengarah tepat ke gawang Indonesia.

Nooa Laine juga memiliki peluang untuk membuka keunggulan. Namun, bola hasil percobaannya masih melebar dari sasaran.

Indonesia berusaha merespons melalui serangan dari sisi sayap. Dean James menjadi salah satu pemain yang mencoba memberikan tekanan kepada pertahanan Malaysia.

Garuda juga sempat memperoleh peluang ketika Dean James memaksa Syihan Hazmi melakukan penyelamatan. Peluang tersebut menunjukkan bahwa Indonesia masih mampu memberikan ancaman meski pertandingan berlangsung ketat.

Namun, pertandingan kemudian berubah drastis setelah Indonesia kehilangan Thom Haye.

Thom Haye Mendapat Kartu Merah

Memasuki pertengahan babak pertama, Thom Haye terlibat dalam sebuah insiden dengan pemain Malaysia, Arif Aiman.

Awalnya wasit tidak langsung memberikan kartu merah. Namun setelah dilakukan peninjauan VAR, keputusan kemudian berubah. Thom Haye mendapatkan kartu merah langsung dan Indonesia harus melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain.

Keputusan tersebut membuat pelatih John Herdman harus mengubah pendekatan permainan.

Kehilangan satu gelandang membuat Indonesia harus lebih berhati-hati dalam mengatur keseimbangan antara pertahanan dan serangan.

Malaysia kemudian mendapatkan keuntungan jumlah pemain. Tim Harimau Malaya memiliki ruang lebih besar untuk mengembangkan serangan dan mencoba menekan pertahanan Indonesia.

Namun, Garuda tidak sepenuhnya bermain bertahan.

Meski hanya memiliki 10 pemain, Indonesia tetap berusaha mencari peluang melalui serangan balik. Kevin Diks bahkan sempat melepaskan tembakan dari sudut sempit, tetapi bola hanya mengenai sisi luar jaring.

Babak pertama akhirnya berakhir tanpa gol.

Skor 0-0 membuat pertandingan semakin menarik karena Malaysia memiliki keunggulan jumlah pemain, sedangkan Indonesia harus mempertahankan hasil agar tidak kehilangan poin.

Indonesia Bertahan dengan 10 Pemain

Memasuki babak kedua, Malaysia semakin meningkatkan tekanan.

Keunggulan jumlah pemain membuat Malaysia lebih leluasa menguasai bola. Indonesia kemudian lebih banyak mengandalkan organisasi pertahanan dan serangan balik.

Para pemain belakang Garuda dituntut untuk menjaga konsentrasi sepanjang pertandingan.

Kevin Diks, Elkan Baggott, dan Justin Hubner menjadi bagian penting dari lini pertahanan Indonesia. Ketiganya harus menghadapi tekanan yang datang secara bergelombang.

Di bawah mistar, Maarten Paes juga menunjukkan peran penting.

Kiper Indonesia tersebut mampu menggagalkan peluang Malaysia yang berpotensi menjadi gol. Penyelamatan Paes menjadi salah satu momen penting yang membuat skor tetap 0-0.

Malaysia kemudian memasukkan beberapa pemain untuk menambah daya gedor.

Paulo Josue mendapatkan peluang melalui sundulan, tetapi bola masih melebar. Fergus Tierney juga memperoleh kesempatan serupa, namun belum mampu mengubah kedudukan.

Indonesia terus berusaha menjaga struktur pertahanan.

Dalam kondisi bermain dengan 10 pemain, setiap kesalahan kecil bisa memberikan kesempatan kepada Malaysia untuk mencetak gol. Karena itu, konsentrasi pemain Garuda menjadi faktor penting.

Penyelamatan Paes dan Hubner Menjadi Penentu

Tekanan Malaysia semakin meningkat menjelang akhir pertandingan.

Indonesia semakin banyak berada di area pertahanan sendiri. Malaysia mencoba memanfaatkan situasi tersebut dengan mengirimkan bola ke kotak penalti.

Pada momen krusial, Maarten Paes kembali menunjukkan ketenangannya.

Satu penyelamatan penting dilakukan untuk menggagalkan peluang Malaysia. Jika bola tersebut masuk, Indonesia berpotensi mengalami kekalahan setelah bermain dengan 10 pemain dalam waktu yang cukup lama.

Tidak berhenti di situ.

Justin Hubner juga menjadi penyelamat ketika melakukan clearance di garis gawang.

Aksi tersebut sangat penting karena terjadi pada fase akhir pertandingan ketika Malaysia terus mencari celah.

Indonesia akhirnya mampu melewati tekanan hingga peluit panjang dibunyikan.

Skor 0-0 bertahan sampai akhir.

Pertandingan berlangsung dalam atmosfer yang sangat kuat di Stadion Gelora Bung Karno. Duel tersebut menjadi salah satu pertandingan penting Grup A karena kedua tim sebelumnya sama-sama meraih kemenangan pada laga pembuka.

Garuda Tetap Mengoleksi Empat Poin

Hasil imbang membuat Indonesia memperoleh tambahan satu poin.

Dengan demikian, Indonesia mengoleksi empat poin dari dua pertandingan. Malaysia juga mengumpulkan empat poin.

Sementara itu, Singapura berada satu poin di belakang kedua tim setelah meraih kemenangan 1-0 atas Bangladesh.

Persaingan Grup A pun masih terbuka menjelang pertandingan terakhir.

FIFA menyebut Indonesia dan Malaysia sama-sama berada di empat poin, sementara Singapura tertinggal satu poin. Kondisi tersebut membuat pertandingan terakhir menjadi sangat menentukan bagi seluruh tim yang masih memiliki peluang.

Indonesia selanjutnya akan menghadapi Bangladesh pada Kamis, 1 Oktober 2026.

Pada pertandingan tersebut, Garuda harus berusaha meraih hasil maksimal sembari melihat hasil pertandingan Malaysia melawan Singapura.

John Herdman Hadapi Tantangan Baru

Pelatih Indonesia John Herdman harus menghadapi pertandingan yang tidak mudah.

Sebelum laga melawan Malaysia, Herdman sudah menyadari besarnya rivalitas kedua negara. Ia juga mengingatkan pemain agar tidak terlalu terbawa suasana pertandingan.

Menurut Herdman, pemain harus menghormati rivalitas tersebut tetapi tetap menjalankan rencana permainan.

Situasi pertandingan kemudian benar-benar menguji pendekatan tersebut ketika Indonesia harus bermain dengan 10 pemain setelah Thom Haye menerima kartu merah.

Keputusan untuk tetap mempertahankan organisasi permainan akhirnya membuahkan satu poin.

Herdman kini harus mempersiapkan tim menghadapi Bangladesh dengan kondisi yang berbeda, termasuk melihat situasi pemain setelah laga keras melawan Malaysia.

Justin Hubner: Perjuangan Belum Selesai

Setelah pertandingan, Justin Hubner menegaskan bahwa hasil imbang melawan Malaysia bukan akhir perjalanan Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026.

Hubner meminta tim tetap fokus menghadapi pertandingan terakhir.

Menurutnya, peluang Indonesia menuju final masih terbuka sehingga para pemain harus segera mengalihkan perhatian ke pertandingan berikutnya.

Pernyataan tersebut menjadi penting karena Indonesia masih memiliki peluang untuk memperbaiki posisi di Grup A.

Pertandingan melawan Bangladesh akan menjadi kesempatan bagi Garuda untuk mengamankan poin maksimal.

Namun, Indonesia juga harus memperhatikan selisih gol dan hasil pertandingan Malaysia kontra Singapura.

Laga Terakhir Jadi Penentu

Fase grup FIFA ASEAN Cup 2026 akan memasuki pertandingan terakhir pada 1 Oktober.

Indonesia dijadwalkan menghadapi Bangladesh di SUGBK. Pada waktu yang sama, Malaysia akan menghadapi Singapura.

Situasi klasemen membuat seluruh pertandingan tersebut memiliki arti penting.

Indonesia dan Malaysia sama-sama mengoleksi empat poin. Singapura berada satu poin di bawah keduanya.

Dengan demikian, persaingan menuju posisi teratas Grup A belum selesai.

Indonesia tidak hanya membutuhkan hasil positif dari pertandingan terakhir, tetapi juga harus memperhatikan posisi mereka berdasarkan poin dan selisih gol.

Pertandingan melawan Bangladesh akan menjadi penutup fase grup bagi skuad asuhan John Herdman.

Sementara itu, Malaysia akan menghadapi Singapura dalam pertandingan yang juga menentukan.

LAINNYA
x wownusantara