Minggu, 18 Okt 2026
x wownusantara


Persija Jakarta Layangkan Somasi Terbuka soal Isu Aliran Dana Rp9 Miliar

waktu baca 5 menit
Rabu, 2 Sep 2026 13:33 21 Singgih Wibowo

Wownusantara.com, Jakarta – Persija Jakarta mengambil langkah hukum setelah klub berjuluk Macan Kemayoran itu dikaitkan dengan isu dugaan aliran dana dari PT Liga Indonesia Baru (LIB). Melalui PT Persija Jaya Jakarta, manajemen Persija melayangkan somasi terbuka kepada pemilik atau pengelola akun Instagram @murizkky pada Rabu, 30 September 2026.

Somasi tersebut berkaitan dengan unggahan di media sosial yang mengaitkan Persija dengan persoalan piutang antara Persib Bandung dan PT Liga Indonesia Baru. Dalam narasi yang beredar, Persija disebut berkaitan dengan dugaan penggunaan dana yang nilainya mencapai sekitar Rp9 miliar.

Namun, hingga saat ini tudingan tersebut merupakan informasi yang dipersoalkan Persija dan belum ditunjukkan sebagai fakta yang terbukti. Persija meminta pihak yang menyebarkan informasi tersebut memberikan klarifikasi sekaligus bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.

Persija Keberatan Namanya Dikaitkan

Persija menilai penyebutan nama klub dalam narasi mengenai persoalan keuangan PT LIB dan Persib perlu mendapatkan penjelasan. Pasalnya, informasi tersebut membawa nama Persija ke dalam persoalan transaksi atau piutang yang melibatkan pihak lain.

Berdasarkan pemberitaan sejumlah media, unggahan akun @murizkky memuat narasi yang mengaitkan Direktur Utama PT LIB Ferry Paulus dengan dugaan pinjaman dana dari Persib Bandung. Narasi tersebut kemudian menghubungkan dana itu dengan Persija dan kebutuhan belanja pemain.

Persija meminta agar pihak yang menyampaikan informasi tersebut dapat menunjukkan sumber serta dokumen yang menjadi dasar tudingan.

Langkah somasi terbuka itu diumumkan melalui kanal resmi Persija. Klub meminta pengelola akun memberikan klarifikasi atas informasi yang telah dipublikasikan kepada masyarakat.

Diberi Waktu 1×24 Jam

Salah satu poin penting dalam somasi Persija adalah permintaan agar pihak yang dituju memberikan klarifikasi dan bukti dalam waktu 1×24 jam sejak somasi disampaikan.

Persija meminta adanya dasar yang jelas mengenai informasi yang mengaitkan klub dengan dugaan aliran dana tersebut. Jika informasi itu memang didasarkan pada dokumen tertentu, pihak pengunggah diminta menunjukkan bukti tersebut.

Sebaliknya, apabila informasi yang beredar tidak memiliki dasar yang memadai, Persija meminta adanya perbaikan atau klarifikasi agar tidak menimbulkan persepsi keliru di tengah publik.

Pemberian waktu 1×24 jam tersebut diberitakan oleh sejumlah media sebagai bagian dari somasi terbuka yang dilayangkan PT Persija Jaya Jakarta.

Persija Minta Informasi Berdasarkan Fakta

Persija juga menekankan pentingnya informasi yang berkaitan dengan klub, badan usaha, maupun transaksi keuangan disampaikan berdasarkan sumber yang jelas.

Di tengah tingginya perhatian publik terhadap sepak bola Indonesia, isu mengenai keuangan klub dan operator kompetisi dapat dengan cepat menyebar melalui media sosial. Karena itu, Persija meminta setiap informasi yang menyebut nama klub memiliki dasar yang dapat diverifikasi.

Klub juga disebut tetap menghargai kebebasan masyarakat dalam menyampaikan pendapat. Akan tetapi, Persija meminta agar penyampaian informasi tidak dilakukan tanpa dasar yang dapat dipertanggungjawabkan.

Sikap tersebut menjadi alasan Persija memilih somasi terbuka sebagai langkah awal untuk meminta klarifikasi dari pihak yang bersangkutan.

Bermula dari Persoalan Piutang Persib dan PT LIB

Persoalan yang kemudian menyeret nama Persija bermula dari pembahasan mengenai piutang antara Persib Bandung dan PT Liga Indonesia Baru.

Sejumlah pemberitaan menyebut terdapat angka sekitar Rp9,4 miliar yang berkaitan dengan persoalan tersebut. Salah satu laporan menyebut angka Rp9.453.229.703 dalam konteks piutang Persib kepada PT LIB.

Angka tersebut kemudian muncul dalam pembahasan di media sosial. Persija keberatan ketika persoalan tersebut dikaitkan dengan klub dan kebutuhan perekrutan atau belanja pemain.

Penting untuk membedakan antara adanya persoalan piutang yang diberitakan dengan tudingan bahwa dana tersebut kemudian digunakan Persija. Bagian kedua merupakan klaim yang justru diminta Persija untuk dibuktikan oleh pihak yang menyebarkannya.

Persija Siapkan Langkah Hukum

Somasi terbuka ini tidak hanya berisi permintaan klarifikasi. Persija juga memberikan peringatan mengenai kemungkinan ditempuhnya langkah hukum apabila pihak yang dituju tidak memberikan penjelasan dan bukti yang memadai.

Dalam pemberitaan mengenai somasi tersebut, Persija menyatakan apabila dalam jangka waktu yang diberikan tidak terdapat klarifikasi dan/atau bukti yang memadai, klub akan mengambil langkah hukum sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan demikian, somasi dapat dipandang sebagai kesempatan bagi pihak yang disebut dalam somasi untuk menjelaskan sumber informasi sebelum persoalan tersebut berkembang ke proses hukum lebih lanjut.

Isu Muncul di Tengah Performa Positif Persija

Persoalan ini muncul ketika Persija sedang menjalani awal musim Super League 2026/2027.

Di lapangan, Persija mengawali kompetisi dengan hasil positif. Berdasarkan data ILeague, Persija mengalahkan Borneo FC dengan skor 1-0 pada 5 September 2026, kemudian menang 2-1 atas Persib Bandung pada 12 September, serta mengalahkan Java United 1-0 pada 19 September.

Rentetan hasil tersebut membuat perhatian publik terhadap Persija cukup besar. Apalagi kemenangan atas Persib di Stadion Utama Gelora Bung Karno menjadi salah satu pertandingan penting bagi Macan Kemayoran pada awal musim.

Namun, persoalan di luar lapangan kini ikut menjadi perhatian setelah nama Persija muncul dalam narasi mengenai dugaan aliran dana.

Menunggu Klarifikasi dari Pihak yang Disomasi

Setelah somasi dilayangkan, perkembangan berikutnya bergantung pada respons pemilik atau pengelola akun @murizkky.

Persija meminta pihak tersebut memberikan penjelasan mengenai sumber informasi yang digunakan. Apabila terdapat dokumen atau data yang menjadi dasar unggahan, Persija meminta bukti tersebut disampaikan.

Sebaliknya, jika tidak ada bukti yang dapat mendukung klaim tersebut, persoalan dapat berkembang pada permintaan koreksi atau langkah hukum sebagaimana disampaikan dalam somasi.

Untuk saat ini, belum ada dasar yang cukup untuk menyimpulkan bahwa Persija menerima atau menggunakan dana sebagaimana tudingan yang beredar. Informasi tersebut masih menjadi pokok keberatan Persija dan menjadi alasan klub meminta klarifikasi.

Persija Tegaskan Pentingnya Informasi Terverifikasi

Kasus ini kembali menunjukkan bagaimana informasi dari media sosial dapat memunculkan persoalan baru bagi klub sepak bola.

Dalam konteks Persija, manajemen memilih menanggapi isu tersebut melalui jalur resmi. Somasi terbuka menjadi bentuk permintaan agar pihak yang menyampaikan informasi memberikan dasar yang jelas.

Langkah itu sekaligus menjadi pesan bahwa informasi mengenai klub, khususnya yang berkaitan dengan transaksi keuangan dan badan usaha, perlu disampaikan secara hati-hati.

Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada respons dari pihak yang menerima somasi. Jika klarifikasi dan bukti diberikan, persoalan tersebut dapat memperoleh penjelasan yang lebih terang. Namun apabila tidak ada respons atau bukti yang memadai, Persija telah menyatakan kemungkinan mengambil langkah hukum berikutnya.

Dengan demikian, isu dugaan aliran dana yang mengaitkan Persija dengan persoalan keuangan Persib dan PT LIB saat ini masih berada pada tahap klarifikasi dan somasi. Belum terdapat informasi terverifikasi yang membuktikan tudingan bahwa Persija menggunakan dana tersebut untuk belanja pemain.

LAINNYA
x wownusantara