Minggu, 18 Okt 2026
x wownusantara


Thailand Hantam Vietnam 2-0 di FIFA ASEAN Cup 2026, Tiket Final Resmi dalam Genggaman

waktu baca 9 menit
Rabu, 30 Sep 2026 04:02 37 Singgih Wibowo

Wownusantara.com, Bandung – Timnas Thailand meraih kemenangan penting atas Vietnam pada matchday kedua Grup B FIFA ASEAN Cup 2026. Bermain di Stadion Si Jalak Harupat, Bandung, Selasa (29/9/2026) malam WIB, Thailand berhasil menundukkan Vietnam dengan skor 2-0.

Dua gol Thailand masing-masing dicetak Sarach Yooyen pada menit ke-10 dan Chaiyaphon Otton pada masa tambahan waktu babak kedua. Hasil tersebut sekaligus memastikan Thailand mengamankan posisi puncak Grup B dan lolos ke final FIFA ASEAN Cup 2026.

Sementara itu, kekalahan tersebut menjadi pukulan bagi Vietnam. Tim asuhan Kim Sang-sik dipastikan tidak dapat mengejar Thailand dalam perebutan posisi pertama grup. Vietnam masih berada di posisi kedua dengan tiga poin dan selanjutnya akan menghadapi Pakistan pada pertandingan terakhir fase grup.

Pertandingan Thailand kontra Vietnam berlangsung dengan tensi tinggi. Kedua tim sama-sama datang dengan modal kemenangan pada pertandingan pertama. Thailand sebelumnya menghancurkan Pakistan dengan skor 4-0, sedangkan Vietnam menang tipis 1-0 atas Filipina.

Namun, Thailand menunjukkan efektivitas yang lebih baik ketika kedua tim bertemu. Mereka mampu memanfaatkan peluang, bertahan dengan disiplin, dan kemudian mengunci kemenangan melalui serangan balik pada penghujung pertandingan.

Sarach Yooyen Buka Keunggulan Thailand

Thailand langsung memberikan tekanan sejak menit awal. Tim asuhan Anthony Hudson tidak membiarkan Vietnam mengembangkan permainan dengan nyaman.

Tekanan tersebut menghasilkan gol ketika pertandingan baru berjalan 10 menit.

Sarach Yooyen menerima peluang setelah Thailand membangun serangan dari sisi kanan. Gelandang Thailand tersebut kemudian melepaskan tembakan keras dari luar kotak penalti.

Bola meluncur ke arah sudut atas gawang Vietnam. Kiper Patrik Le Giang sebenarnya sempat menyentuh bola, tetapi upayanya tidak cukup untuk menggagalkan gol.

Thailand pun unggul 1-0.

Gol cepat tersebut membuat permainan Vietnam menjadi lebih sulit. Tim asuhan Kim Sang-sik harus mengejar ketertinggalan sementara Thailand semakin percaya diri dalam mengatur tempo.

Vietnam kemudian mencoba meningkatkan tekanan. Mereka menaikkan garis permainan dan lebih banyak menguasai bola.

Namun, pertahanan Thailand tampil cukup rapat. Beberapa upaya Vietnam untuk masuk ke area penalti tidak menghasilkan peluang bersih.

Thailand justru terlihat berbahaya ketika mendapatkan ruang untuk melakukan serangan balik.

Vietnam Sempat Cetak Gol, tetapi Dianulir VAR

Vietnam mendapatkan kesempatan besar untuk menyamakan kedudukan menjelang akhir babak pertama.

Vo Hoang Minh Khoa memberikan umpan kepada Nguyen Tai Loc yang berhasil masuk ke area pertahanan Thailand. Tai Loc kemudian mampu menaklukkan kiper Saranon Anuin.

Namun, kegembiraan mereka tidak berlangsung lama. Wasit kemudian melakukan pemeriksaan VAR dan memutuskan bahwa Tai Loc berada dalam posisi offside.

Gol tersebut akhirnya dianulir.

Keputusan tersebut membuat Vietnam gagal menyamakan kedudukan. Thailand pun mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum.

Situasi tersebut menjadi salah satu momen penting pertandingan karena Vietnam sebenarnya memiliki peluang untuk mengubah jalannya laga sebelum jeda.

Kim Sang-sik Lakukan Tiga Pergantian

Memasuki babak kedua, Kim Sang-sik mencoba mengubah permainan Vietnam.

Pelatih asal Korea Selatan itu langsung memasukkan tiga pemain, yakni Williams Minh Hoang, Do Hoang Hen, dan Nguyen Hoang Duc.

Pergantian tersebut dilakukan untuk meningkatkan daya serang sekaligus memberikan energi baru di lini tengah dan depan Vietnam.

Vietnam kemudian tampil lebih agresif.

Penguasaan bola lebih banyak berada di kaki pemain Vietnam. Mereka mencoba menekan Thailand dari berbagai sisi.

Namun, Thailand tetap mampu mempertahankan organisasi pertahanan.

Justru Thailand hampir memperbesar keunggulan pada menit ke-52.

Sarach Yooyen kembali menjadi ancaman bagi Vietnam. Kali ini melalui tendangan bebas yang dilepaskannya ke arah gawang.

Tembakan tersebut gagal menjadi gol setelah bola membentur tiang gawang Vietnam.

Patrik Le Giang kembali harus bekerja keras untuk menjaga gawangnya agar tidak kebobolan untuk kedua kalinya.

Vietnam Terus Menekan, tetapi Sulit Menembus Pertahanan Thailand

Setelah peluang tersebut, Vietnam semakin berusaha menciptakan gol penyama kedudukan.

Kim Sang-sik kembali melakukan perubahan dengan memasukkan Nguyen Hai Long dan Dang Khoa.

Vietnam mencoba bermain lebih agresif di area pertahanan Thailand.

Namun, problem utama mereka adalah efektivitas penyelesaian akhir.

Beberapa serangan Vietnam berhenti sebelum mencapai situasi satu lawan satu dengan kiper Thailand.

Salah satu peluang terbaik datang pada menit ke-58.

Nguyen Hoang Duc berhasil memasuki kotak penalti Thailand dan mendapatkan ruang untuk melepaskan tembakan kaki kanan.

Namun, Saranon Anuin mampu mengamankan bola.

Peluang tersebut menjadi salah satu kesempatan penting Vietnam pada babak kedua.

Thailand kemudian semakin nyaman bermain dengan pola bertahan dan serangan balik.

Strategi tersebut cukup efektif karena Vietnam harus terus maju untuk mencari gol.

Kiper Vietnam Sempat Selamatkan Gawang

Thailand hampir menggandakan keunggulan pada menit ke-81.

Peeradol Chamrasamee mendapatkan ruang di depan gawang Vietnam dan melepaskan sundulan.

Bola mengarah ke gawang dengan cukup berbahaya.

Namun, Patrik Le Giang menunjukkan refleks cepat untuk melakukan penyelamatan.

Kiper Vietnam tersebut berhasil menggagalkan peluang Thailand.

Penyelamatan itu sempat memberikan harapan bagi Vietnam untuk mengejar ketertinggalan.

Namun, hingga memasuki menit-menit terakhir, Vietnam tetap belum mampu mencetak gol.

Thailand kemudian mendapatkan kesempatan melakukan serangan balik ketika lini pertahanan Vietnam mulai terbuka.

Chaiyaphon Otton Kunci Kemenangan pada Injury Time

Drama terjadi pada masa tambahan waktu.

Thailand mendapatkan ruang di belakang pertahanan Vietnam.

Chaiyaphon Otton menerima umpan terobosan dan berhasil lolos dari jebakan offside.

Ia kemudian berlari menuju kotak penalti Vietnam tanpa mendapat kawalan ketat.

Dalam situasi satu lawan satu, Otton tetap tenang.

Ia kemudian melepaskan tembakan yang melewati Patrik Le Giang.

Thailand unggul 2-0 pada menit ke-90+3.

Gol tersebut sekaligus memastikan kemenangan Thailand.

Vietnam tidak memiliki cukup waktu untuk memberikan respons.

Peluit panjang akhirnya berbunyi dengan skor 2-0 untuk Thailand.

Thailand Pastikan Tiket Final

Kemenangan atas Vietnam memberikan Thailand tambahan tiga poin.

Thailand kini mengoleksi enam poin dari dua pertandingan Grup B.

Sebelumnya, Thailand menang telak 4-0 atas Pakistan. Dengan dua kemenangan tersebut, Thailand memastikan diri finis di posisi teratas Grup B dan mendapatkan tiket menuju final FIFA ASEAN Cup 2026.

Vietnam sementara itu baru mengoleksi tiga poin.

Pada pertandingan pertama, Vietnam menang 1-0 atas Filipina melalui gol Nguyen Dinh Bac.

Namun, kekalahan dari Thailand membuat Vietnam tidak lagi memiliki peluang untuk mengejar posisi pertama.

Dalam format turnamen FIFA ASEAN Cup 2026, juara masing-masing grup berhak tampil di final. Sementara itu, runner-up grup akan bertanding dalam laga perebutan tempat ketiga.

Dengan demikian, pertandingan terakhir Vietnam tetap penting meskipun peluang mereka menuju final telah tertutup.

Kehilangan Nguyen Xuan Son Berpengaruh

Salah satu tantangan Vietnam dalam pertandingan melawan Thailand adalah absennya Nguyen Xuan Son.

Striker tersebut mengalami cedera pada pertandingan melawan Filipina sehingga harus mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 lebih cepat.

Absennya Xuan Son membuat Kim Sang-sik harus melakukan penyesuaian di lini depan.

Vietnam memang masih memiliki beberapa pemain ofensif, tetapi kehadiran Xuan Son sebelumnya menjadi salah satu opsi penting dalam skema serangan mereka.

Dalam pertandingan melawan Thailand, Vietnam beberapa kali mampu menguasai bola, tetapi kesulitan mengubah penguasaan tersebut menjadi peluang yang benar-benar berbahaya.

Situasi itu semakin terlihat setelah gol Tai Loc dianulir VAR.

Vietnam Gagal Memanfaatkan Momentum

Kekalahan 0-2 tersebut juga memperlihatkan perbedaan efektivitas kedua tim.

Thailand tidak selalu mendominasi penguasaan bola. Namun, ketika mendapatkan peluang, mereka mampu mengubahnya menjadi gol.

Gol pertama Sarach lahir melalui tembakan jarak jauh.

Sementara gol kedua Otton tercipta dari serangan balik cepat pada saat Vietnam sedang berusaha mencari gol penyama.

Sebaliknya, Vietnam mendapatkan sejumlah peluang, tetapi tidak berhasil memaksimalkannya.

Gol Tai Loc yang dianulir menjadi salah satu momen yang paling disayangkan Vietnam.

Jika gol tersebut disahkan, pertandingan berpotensi memasuki situasi berbeda. Namun, berdasarkan pemeriksaan VAR, gol tersebut tidak sah karena offside.

Kim Sang-sik Minta Pemain Tetap Fokus

Setelah pertandingan, Kim Sang-sik meminta maaf kepada para pendukung Vietnam atas kekalahan tersebut.

Ia menyebut para pemain telah memberikan seluruh kemampuan mereka, tetapi hasil akhir tidak sesuai dengan harapan.

Kim juga mengatakan bahwa Vietnam menerapkan pendekatan taktik berbeda pada babak pertama dan kedua.

Namun, perubahan tersebut belum mampu menghasilkan gol.

Meski gagal mencapai final, Kim meminta para pemain dan pendukung untuk tetap fokus karena turnamen belum selesai.

Vietnam masih memiliki pertandingan melawan Pakistan pada 2 Oktober 2026.

Pertandingan tersebut akan menjadi kesempatan Vietnam untuk menutup fase grup dengan hasil positif.

Thailand Tampil Efektif di Bandung

Bagi Thailand, kemenangan atas Vietnam menjadi hasil penting dalam perjalanan mereka di FIFA ASEAN Cup 2026.

Selain mendapatkan tiga poin, Thailand juga berhasil menjaga clean sheet.

Saranon Anuin tampil cukup baik di bawah mistar, terutama ketika Vietnam mulai meningkatkan tekanan pada babak kedua.

Lini belakang Thailand juga mampu mempertahankan organisasi permainan hingga menit-menit akhir.

Kemenangan ini sekaligus memperlihatkan efektivitas skuad Thailand yang datang ke Indonesia dengan target melangkah sejauh mungkin.

Pada pertandingan pembuka, Thailand sudah menunjukkan ketajaman dengan mencetak empat gol ke gawang Pakistan.

Kini, mereka kembali mencetak dua gol dan belum kebobolan dalam dua pertandingan Grup B.

Pertemuan Berbeda dari ASEAN Cup Sebelumnya

Pertandingan Thailand dan Vietnam kali ini juga memiliki latar belakang menarik.

Kedua tim baru saja bertemu dalam final ASEAN Championship 2026 pada Agustus.

Ketika itu, Vietnam keluar sebagai juara setelah menang agregat 4-2 atas Thailand. Vietnam menang 2-0 pada leg pertama di Bangkok, kemudian bermain imbang 2-2 pada leg kedua di Hanoi.

Pertemuan di FIFA ASEAN Cup 2026 berlangsung dalam konteks berbeda.

Thailand kali ini berhasil membalas kekalahan tersebut dengan kemenangan 2-0.

Hasil tersebut juga mempertegas pentingnya komposisi pemain dalam pertandingan yang berlangsung pada FIFA international window.

Vietnam Masih Punya Satu Laga

Meski gagal lolos ke final, perjalanan Vietnam di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir.

Vietnam masih akan menghadapi Pakistan pada 2 Oktober.

Pertandingan tersebut akan menentukan posisi akhir Vietnam di Grup B.

Saat ini Vietnam mengoleksi tiga poin, sedangkan Thailand sudah mengamankan enam poin dan dipastikan menjadi juara grup. Filipina dan Pakistan masih memiliki peluang untuk memengaruhi posisi akhir grup.

Bagi Vietnam, pertandingan melawan Pakistan menjadi kesempatan untuk memperbaiki performa sekaligus menjaga peluang finis sebagai runner-up.

Format turnamen menetapkan runner-up dari masing-masing grup akan bertemu dalam pertandingan perebutan tempat ketiga.

Karena itu, Vietnam masih memiliki target yang dapat diperjuangkan pada pertandingan terakhir.

Thailand Menunggu Lawan di Final

Thailand kini dapat mengalihkan perhatian ke pertandingan final.

Mereka telah mengamankan posisi pertama Grup B setelah meraih enam poin dari dua pertandingan.

Sementara itu, persaingan Grup A masih menentukan tim yang akan menjadi lawan Thailand di partai puncak.

Dengan kemenangan 2-0 atas Vietnam, Thailand juga membawa momentum positif menuju pertandingan final.

Anthony Hudson berhasil membawa timnya meraih dua kemenangan beruntun dengan catatan tujuh gol tanpa kebobolan.

Sebaliknya, Vietnam harus melakukan evaluasi setelah mengalami kekalahan pertamanya di turnamen.

Kemenangan tersebut membuat Thailand mengamankan enam poin dan tiket ke final. Vietnam tetap mengoleksi tiga poin dan tidak lagi dapat mengejar Thailand di puncak Grup B.

Vietnam selanjutnya akan menghadapi Pakistan pada 2 Oktober, sementara Thailand telah menunggu hasil persaingan Grup A untuk mengetahui calon lawan mereka di final FIFA ASEAN Cup 2026.

LAINNYA
x wownusantara