Selasa, 15 Sep 2026
x wownusantara


Erupsi Anak Krakatau Bikin Penerbangan Lumpuh, Sejumlah Bandara Ditutup

waktu baca 3 menit
Selasa, 8 Sep 2026 21:01 24 Singgih Wibowo

Wownusantara.com,Tanggerang – Erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda membawa dampak serius terhadap aktivitas penerbangan. Abu vulkanik yang menyebar ke ruang udara membuat sejumlah bandara harus menghentikan operasional penerbangan sementara demi keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Sedikitnya empat bandara terdampak, yakni Bandara Soekarno-Hatta, Bandara Halim Perdanakusuma, Bandara Budiarto Curug, dan Bandara Radin Inten II Lampung.

Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi bahaya abu vulkanik bagi penerbangan. Abu vulkanik dapat membahayakan mesin pesawat dan mengganggu sejumlah sistem penerbangan.

Penutupan tersebut dilakukan berdasarkan Notice to Airmen (NOTAM) Nomor A3341/26. Operasional bandara dihentikan sementara mulai pukul 01.30 WIB hingga 05.30 WIB, melansir Antara News.

Penetupan Bandara yang semula hanya sampai pukul 05.30 WIB di perpanjang sampai pukul 09.30 WIB demi keselamatan penerbangan.

Ratusan Penerbangan Terdampak

Dampak paling signifikan terjadi di Bandara Soekarno-Hatta. Sejumlah penerbangan harus dibatalkan, ditunda, atau mengalami perubahan jadwal akibat kondisi ruang udara yang belum aman untuk penerbangan.

Pada penerbangan internasional, tercatat 16 penerbangan dibatalkan, tujuh mengalami penundaan, dan lima lainnya dijadwalkan kembali.

Sejumlah rute internasional yang terdampak antara lain penerbangan dari dan menuju Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, serta Kuala Lumpur.

Sementara itu, pada penerbangan domestik tercatat empat pembatalan dan satu penerbangan dialihkan. Rute yang terdampak mencakup penerbangan dari dan menuju Lampung serta penerbangan menuju Denpasar dan Surabaya.

Penutupan bandara juga dilakukan secara bertahap di sejumlah lokasi lain yang berada di sekitar jalur terdampak sebaran abu vulkanik.

Kondisi ini membuat calon penumpang harus bersiap menghadapi perubahan jadwal penerbangan. Maskapai juga melakukan penyesuaian operasional sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Keselamatan Jadi Prioritas

Otoritas penerbangan menegaskan bahwa keputusan menghentikan sementara operasional bandara dilakukan berdasarkan pertimbangan keselamatan.

Sebaran abu vulkanik menjadi salah satu ancaman serius bagi pesawat karena dapat masuk ke mesin dan menyebabkan gangguan pada sistem pesawat.

Karena itu, penerbangan baru akan kembali berjalan setelah kondisi ruang udara dinilai aman berdasarkan hasil pemantauan dan informasi penerbangan terbaru.

Penumpang Diminta Jangan Datang Sebelum Cek Status Penerbangan

Penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari atau menuju bandara terdampak diminta mengecek status penerbangan melalui maskapai masing-masing sebelum berangkat ke bandara.

Perubahan jadwal, penundaan, maupun pembatalan penerbangan dapat terjadi sewaktu-waktu mengikuti perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan pergerakan abu vulkanik.

Masyarakat juga diimbau mengikuti informasi resmi dari otoritas terkait dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

Pemerintah melalui Ditjen perhubungan udara terus melakukan pemantauan penyebaran Abu Vulkanik

Koordinasi juga dilakukan bersama operator penerbangan, pengelola Bandara Soekarno-Hatta, penyelenggara layanan navigasi penerbangan, serta Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Kondisi sebaran abu vulkanik menjadi perhatian penting dalam operasional penerbangan karena keberadaan material vulkanik di jalur penerbangan dapat memengaruhi keselamatan pesawat.

Erupsi Gunung Anak Krakatau hingga kini masih menjadi perhatian. Perkembangan kondisi gunung dan ruang udara akan terus dipantau untuk memastikan keselamatan penerbangan serta masyarakat di wilayah terdampak.

LAINNYA
x wownusantara