Selasa, 15 Sep 2026
x wownusantara


IUCN IdSSG Gandeng Universitas Pakuan dan Belantara Foundation Dukung Pemerintah Perkuat Konservasi Spesies Indonesia

waktu baca 4 menit
Sabtu, 22 Agu 2026 23:28 58 Singgih Wibowo

Wownusantara.com, Bogor – Universitas Pakuan dan Belantara Foundetion menggelar acara Konferensi dan Pertemuan Anggota IUCN IdSSG 2026,pada tanggal 20-22 Agustus 2026 di Universitas Pakuan Bogor dengan mengusung tema “Conservation Connections: Assess, Plan, Act, Network & Communicate”.Acara ini mendapat suport dari pemerintah melalui Kementrian Kehutanan(Kemenhut),republik Indonesia,Direktorat Konservasi Spesies dan Genetik,dan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta Kementerian Lingkungan Hidup hadir dan memberikan sambutan dalam acara ini.

Sekitar 80 anggota IdSSG dari berbagai daerah di Indonesia dan undangan juga turut hadir.Ini menjadi momentum penting karena merupakan pertemuan tatap muka pertama bagi anggota sejak IdSSG dibentuk pada 2023. Rangkaian kegiatan ini mulai dari pembukaan dan sambutan, panel diskusi dengan keynote speakers, seminar tematik, sesi presentasi poster, rapat anggota, hingga Conservation Café, yaitu kegiatan diskusi kelompok terfokus untuk membahas isu terkini tentang konservasi biodiversitas Indonesia.

Prof. Dr. Mirza D. Kusrini, M.S sebagai Co-Chair IUCN IdSSG,”mengatakan pertmuan kali ini sebagai wadah untuk mempertemukan para ahli, peneliti, praktisi, dan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap konservasi spesies di Indonesia.IdSSG sendir diharapkan dapat memperkuat pertukaran pengetahuan, menghasilkan informasi dan kajian ilmiah yang berkualitas, serta mendorong kolaborasi yang lebih erat dalam menjawab berbagai tantangan konservasi spesies. Konferensi dan Pertemuan Anggota IdSSG merupakan forum penting untuk memperkuat kolaborasi dalam upaya konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Sementara itu Sunarto, Ph.D,dalam sambutannya mengatakan bahwa IdSSG memiliki peran strategi dalam upaya konservasi spesies di Indonesia melalui riset, penilaian status spesies, penguatan data ilmiah, dan kolaborasi lintas lembaga.

Dr. Ahmad Munawir, S.Hut., M.Si,Direktur Konservasi Spesies dan Genetik pada Direktorat Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Kehutanan Republik Indonesia,saat membuka kegiatan menegaskan bahwa konservasi spesies di Indonesia membutuhkan kolaborasi yang semakin kuat antara pemerintah, peneliti, akademisi, organisasi konservasi, dan masyarakat.Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempertemukan berbagai keahlian, memperkuat basis data dan pengetahuan ilmiah, serta memastikan hasil penelitian dapat diterjemahkan menjadi kebijakan dan aksi konservasi yang nyata. “Kami berharap jejaring lintas taksa yang dibangun melalui forum ini dapat menghasilkan gagasan, inovasi, dan kerja sama yang lebih konkret dalam menjawab tantangan konservasi spesies, sekaligus mendukung pencapaian target konservasi keanekaragaman hayati Indonesia dan komitmen global.” ujar Dr. Ahmad Munawir.

Ir. Inge Retnowati, M.E. juga mengatakan hal yang senada, beliau menjelaskan bahwa konservasi biodiversitas membutuhkan kolaborasi yang kuat, berbasis ilmu pengetahuan, dan melibatkan berbagai pihak. Kegiatan ini menjadi ruang strategis untuk mempertemukan para ahli dari beragam kelompok taksa, berbagi perkembangan penelitian dan pengetahuan, sekaligus membangun kesepahaman dalam menghadapi tantangan konservasi spesies di Indonesia. Inge berharap forum ini tidak berhenti pada pertukaran informasi, tetapi mampu mendorong terbentuknya kolaborasi nyata, memperkuat kualitas data dan informasi keanekaragaman hayati, serta menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung kebijakan dan aksi konservasi secara lebih efektif, terintegrasi, dan berkelanjutan. Ir. Inge Retnowati, M.E sebagia perwakilan dari Direktur Konservasi Keanekaragaman.

Direktur Eksekutif Belantara Foundation, Dr. Dolly Priatna juga mengatakan bahwa konservasi spesies tidak dapat hanya mengandalkan satu kelompok atau satu pendekatan, tetapi membutuhkan kolaborasi yang mempertemukan kekuatan ilmu pengetahuan, kebijakan, pendanaan, pengelolaan di lapangan, serta keterlibatan masyarakat.“Kami melihat jejaring seperti IdSSG memiliki peran strategis dalam membangun sinergi lintas pihak, mendorong inovasi, serta memperkuat kerja bersama untuk memastikan spesies dan ekosistem Indonesia tetap terlindungi ” ujar Dolly, yang juga sebagai pengajar di Prodi Manajemen Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan.

Menurut Silvi Dwi Anasari, selaku anggota IUCN IdSSG yang bekerja di Ecosystem Impact Foundation, Simeulue Aceh,dan Freddy Pattiselanno, anggota IdSSG dari Universitas Papua,acara pertemuan ini sangat baik dan bisa menambah pengetahuan dan saling bertukar informasi.

Dekan Sekolah Pascasarjana Universitas Pakuan, Prof. Dr. Sri Setyaningsih, M.Si., mengatakan Kami berterima kasih kepada IdSSG, Belantara Foundation dan mitra lainnya, yang telah mengajak Universitas Pakuan terlibat aktif pada kegiatan ini. Semoga kegiatan ini membawa manfaat besar bagi upaya perlindungan dan pengelolaan biodiversitas secara adil dan berkelanjutan di Indonesia. (sg)

LAINNYA
x wownusantara