Sabtu, 01 Agu 2026
x wownusantara

Adidaya Institute Ultimatum Kepala BGN: Benahi Tata Kelola MBG atau Mundur

waktu baca 2 menit
Selasa, 21 Jul 2026 07:11 34 Redaksi

Wownusantara.com, JAKARTA – Adidaya Institute mendesak Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik S. Deyang, segera melakukan pembenahan menyeluruh terhadap tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG). Apabila tidak mampu menyelesaikan persoalan tersebut dalam waktu dekat, Nanik diminta mengundurkan diri dari jabatannya.

Direktur Politik dan Demokrasi Adidaya Institute, Ahmad Fadhli, mengatakan tata kelola menjadi persoalan utama dalam pelaksanaan program MBG. Hal tersebut, menurutnya, tercermin dalam hasil survei Adidaya Institute yang mencatat 24,9 persen responden menilai tata kelola sebagai masalah utama program tersebut.

“Kepala BGN Nanik S. Deyang harus mampu mengurai masalah utama tata kelola MBG. Jika persoalan ini tidak mampu diselesaikan, sebaiknya mundur sebagai Kepala BGN atau segera di-reshuffle oleh Presiden Prabowo,” ujar Fadhli dalam keterangannya kepada awak media, Selasa (21/7).

Meski mendorong evaluasi terhadap jajaran BGN, Fadhli menegaskan bahwa program MBG tidak boleh dihentikan. Menurutnya, program tersebut merupakan salah satu kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto yang manfaatnya paling dirasakan langsung oleh masyarakat.

Berdasarkan hasil survei Adidaya Institute, lanjut Fadhli, MBG menjadi program pemerintah yang paling dikenal publik dengan tingkat pengetahuan mencapai 98,3 persen. Program tersebut juga dinilai memberikan dampak langsung kepada keluarga Indonesia dengan angka sekitar 67,6 persen.

“MBG tidak boleh dihentikan hanya karena tindakan korupsi yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat BGN. Jika ada tikus di lumbung padi, tikusnya yang ditangkap, bukan lumbung padinya yang dibakar,” tegasnya.

Fadhli menilai Presiden Prabowo memiliki banyak pilihan sumber daya manusia yang berintegritas dan berkapasitas untuk memimpin BGN. Karena itu, Presiden diminta tidak ragu melakukan pergantian apabila Kepala BGN saat ini dinilai tidak mampu menyelesaikan berbagai persoalan yang ada.

“Masih banyak sumber daya manusia di lingkaran Presiden Prabowo yang memiliki kapasitas dan integritas untuk memimpin serta menyelesaikan masalah di BGN,” ucapnya.

Sebelumnya, pada Senin (20/7), Presiden Prabowo menyinggung pihak-pihak yang terus mengkritik program MBG dan menyebutnya sebagai bentuk pemborosan. Presiden menilai kritik tersebut tidak berpihak kepada masyarakat miskin yang menjadi salah satu penerima manfaat utama program tersebut.

“Saya diserang karena ingin memberi makanan bergizi untuk anak-anak Indonesia, ibu-ibu hamil, dan orang lanjut usia. Namun, ribuan triliun menguap dari bumi Indonesia setiap tahun, tidak ada pakar yang protes. Tidak ada investigasi,” kata Prabowo.

Adidaya Institute pun menegaskan bahwa evaluasi dan penindakan terhadap pihak-pihak yang bermasalah harus dilakukan tanpa menghentikan program MBG. Pembenahan tata kelola dinilai menjadi kunci agar program tersebut dapat berjalan lebih transparan, tepat sasaran, dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (sat)

LAINNYA
x wownusantara