Sabtu, 01 Agu 2026
x wownusantara

GSI Resmi Diluncurkan, Satukan Sepak Bola dan Energi Panas Bumi untuk Cetak Talenta Muda

waktu baca 4 menit
Sabtu, 27 Jun 2026 09:25 37 Redaksi

Wownusantara.com, JAKARTA – Sebuah terobosan baru hadir dari sektor energi terbarukan Indonesia. Komunitas Geothermal Soccer Indonesia (GSI) resmi diluncurkan dalam acara Grand Launching yang digelar di Jakarta, Jumat (26/6/2026). Tak sekadar menghadirkan kompetisi sepak bola, GSI mengusung misi besar menjadikan olahraga paling populer di Indonesia sebagai media edukasi energi panas bumi sekaligus wadah pembinaan talenta muda nasional.

Ketua Geothermal Soccer Indonesia, Carson Hakama, menjelaskan bahwa sepak bola dipilih karena memiliki daya tarik yang sangat luas dan mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa memandang usia maupun latar belakang.

Menurutnya, pendekatan melalui olahraga akan lebih efektif dalam memperkenalkan potensi energi panas bumi Indonesia kepada masyarakat, khususnya di wilayah kerja panas bumi yang selama ini masih menghadapi berbagai tantangan sosial.

“Sepak bola merupakan olahraga yang dicintai masyarakat Indonesia. Kami ingin menjadikan olahraga ini sebagai jembatan untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya energi panas bumi sekaligus membangun hubungan yang lebih harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah pengembangan geothermal,” ujar Carson.

Geothermal League Hadir dengan 36 Tim

Sebagai program perdana, GSI akan menggelar Geothermal League 2026, kompetisi sepak bola antarpemangku kepentingan industri panas bumi yang akan berlangsung mulai Juli hingga Agustus 2026.

Tahun ini jumlah peserta meningkat signifikan menjadi 36 tim, naik dari 28 tim pada penyelenggaraan sebelumnya. Kompetisi tersebut juga mendapat dukungan lebih dari 45 sponsor, menunjukkan tingginya antusiasme pelaku industri terhadap gerakan baru ini.

Liga ini akan mempertemukan berbagai pemangku kepentingan sektor panas bumi, mulai dari instansi pemerintah, perusahaan pemegang wilayah kerja panas bumi, kontraktor, hingga penyedia barang dan jasa.

Menariknya, GSI menerapkan regulasi pemain yang cukup unik. Seluruh pemain merupakan karyawan perusahaan atau instansi peserta, termasuk tenaga kerja asing (WNA) yang bekerja di perusahaan tersebut.

Menurut Carson, kebijakan ini diharapkan mampu memperkenalkan industri panas bumi Indonesia kepada komunitas internasional sekaligus mempererat hubungan antarpekerja di sektor energi.

Sebagai penutup kompetisi, GSI juga akan menggelar laga hiburan (fun match) berformat trofeo yang menghadirkan sejumlah legenda dan mantan pemain Timnas Indonesia.

Fokus Pembinaan Talenta Usia Dini

Tak hanya menyasar kalangan profesional, GSI juga menunjukkan komitmen terhadap pembinaan sepak bola usia muda melalui penyelenggaraan Turnamen U-14 Antar-SMP yang dijadwalkan berlangsung mulai Oktober 2026.

Berbeda dengan kompetisi usia dini pada umumnya yang berpusat di Sekolah Sepak Bola (SSB), GSI justru memilih menyasar sekolah-sekolah SMP di wilayah kerja panas bumi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menemukan bibit-bibit pesepak bola potensial yang selama ini belum mendapatkan kesempatan mengikuti pembinaan profesional.

“Kami ingin menghidupkan kembali semangat kompetisi antar-sekolah yang pernah menjadi wadah lahirnya banyak pemain nasional. Pemain terbaik nantinya berpeluang memperoleh beasiswa pendidikan melalui jalur prestasi olahraga,” jelas Carson.

Gandeng Persita Tangerang

Untuk memperkuat pembinaan usia muda, GSI tengah menjajaki kerja sama strategis dengan Persita Tangerang.

Presiden Klub Persita, Ahmed Zaki Iskandar, menilai konsep yang diusung GSI sangat sejalan dengan komitmen Persita dalam mengembangkan pemain muda dari berbagai daerah, termasuk wilayah-wilayah terpencil yang menjadi lokasi pengembangan panas bumi.

Menurutnya, banyak daerah penghasil energi panas bumi justru memiliki potensi besar melahirkan pesepak bola berbakat.

“Persita memiliki pengalaman menemukan pemain-pemain hebat dari berbagai pelosok Indonesia seperti Firman Utina dan Ilham Jaya Kesuma. Melalui akademi dan Elite Pro Academy (EPA), kami ingin mengembangkan potensi tersebut bersama GSI,” ujar Zaki.

Dukung Target Geothermal 30.1

Peluncuran GSI juga menjadi bagian dari kampanye nasional Geothermal 30.1, yaitu target Indonesia menjadi negara dengan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi terbesar di dunia pada tahun 2030.

Saat ini Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 24 Gigawatt (GW) atau sekitar 40 persen dari total potensi geothermal dunia. Namun, pemanfaatannya baru mencapai sekitar 11 persen, sehingga masih terbuka ruang yang sangat besar untuk dikembangkan.

Melalui pendekatan olahraga, GSI berharap edukasi mengenai energi panas bumi dapat diterima lebih luas oleh masyarakat sehingga mampu mengurangi berbagai tantangan sosial yang selama ini menjadi hambatan dalam pengembangan proyek geothermal.

Didukung Pemerintah dan Industri

Inisiatif GSI mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, mulai dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API), hingga PT PLN (Persero).

Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan bahwa edukasi masyarakat merupakan bagian penting dalam percepatan transisi energi menuju target Net Zero Emission.

Sementara itu, Deputi Bidang Pengembangan Industri Olahraga Kemenpora, Suyadi Pawiro, menilai kolaborasi olahraga dan edukasi energi bersih menjadi inovasi yang mampu membangun karakter generasi muda Indonesia.

Dari sisi industri, Ketua Umum API Julfi Hadi menyebut GSI sebagai ruang kolaborasi baru yang mampu mendekatkan industri panas bumi dengan masyarakat.

Sedangkan Direktur Manajemen Proyek dan EBT PT PLN (Persero), Suroso, menilai sepak bola usia muda merupakan pendekatan yang efektif untuk mengurangi berbagai isu sosial di sekitar wilayah kerja panas bumi sekaligus mendukung agenda ketahanan energi nasional.

Melalui berbagai program seperti Geothermal League, Geothermal World Cup, Geothermal Youth League U-14, Geothermal Goes to School, hingga Geothermal Podcast, GSI optimistis mampu menghadirkan sinergi antara olahraga, pendidikan, dan energi bersih demi mendukung cita-cita Indonesia menjadi pusat pengembangan panas bumi terbesar di dunia pada tahun 2030. (sat)

LAINNYA
x wownusantara