Senin, 01 Jun 2026
x wownusantara

KONI DKI Jakarta Data 700 Calon Pelatda, Target Juara Umum PON 2028

waktu baca 2 menit
Kamis, 9 Apr 2026 12:13 58 Redaksi

Wownusantara.com, JAKARTA – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) DKI Jakarta melakukan pendataan terhadap calon tim pelatihan daerah (Pelatda) sebagai bagian dari persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).

Pendataan yang berlangsung di Lantai 4 Gedung KONI DKI Jakarta, Jalan Tanah Abang I, Jakarta Pusat ini melibatkan sekitar 700 orang yang terdiri dari pelatih, asisten pelatih (aspel), dan atlet. Kegiatan ini bertujuan untuk menelusuri jejak rekam prestasi sekaligus memeriksa kondisi kesehatan para calon penghuni Pelatda.

Data yang terkumpul nantinya akan dianalisis oleh KONI DKI Jakarta dan menjadi acuan bagi Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) serta Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) dalam menyusun program pembinaan atlet berprestasi.

Ketua Umum KONI DKI Jakarta, Hidayat Humaid, menegaskan bahwa pendataan ini merupakan langkah awal untuk memetakan potensi atlet secara menyeluruh.

“Pendataan calon Pelatda ini penting untuk melihat rekam jejak seluruh atlet sebagai bagian dari persiapan menuju PON 2028,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan seluruh pelatih, asisten pelatih, dan atlet agar tetap berkomitmen dalam mengharumkan nama Jakarta, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Menurutnya, target yang dibebankan kepada KONI DKI Jakarta cukup besar. Hal tersebut merupakan amanat dari Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, bersama DPRD DKI Jakarta.

“Target kita juara umum. Insya Allah dengan kekompakan tim, cita-cita menjadi juara umum bisa terwujud,” tambahnya.

Hidayat juga menekankan pentingnya kolaborasi dan sinergi dengan berbagai pihak dalam mendukung peningkatan prestasi olahraga di Jakarta.

“Untuk mewujudkan prestasi tidak bisa hanya dilakukan oleh KONI, tetapi harus didukung semua pihak,” katanya.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum I KONI DKI Jakarta, Fatchul Anas, menjelaskan bahwa proses pendataan berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat (7–10 April 2026), dengan pembagian dua sesi setiap harinya.

“Sesi pertama dimulai pukul 10.00 WIB dan sesi kedua pukul 13.00 WIB. Setelah pendataan akan dilakukan verifikasi, lalu dilanjutkan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS),” jelasnya.

Ia menambahkan, pendataan ini merupakan tahap awal dalam rangkaian panjang persiapan menuju PON 2028. Evaluasi dan analisis akan terus dilakukan secara berkala guna mendapatkan atlet-atlet berkualitas.

“Kegiatan ini bukan yang pertama dan akan terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pembinaan yang lebih terarah,” pungkasnya. (sat)

LAINNYA
x wownusantara